Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Saat Bencana Alam, SBY Dinilai Mendahulukan Partai
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bencana yang melanda sejumlah pelosok di negeri ini tak membuat Presiden SBY sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk menyegerakan turun langsung di lokasi bencana. SBY dinilai lebih mendahulukan kepentingan partai. Benarkah?
Kehadiran Presiden SBY dalam acara konsolidasi Partai Demokrat pada Minggu (19/1/2014) di Bali menimbulkan banyak kritik. Pilihan SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat lebih mendahulukan acara partai ketimbang reponsif terhadap berbagai bencana dianggap tidak memiliki sensitifitas sebagai pemimpin.
Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar menyebutkan Presiden SBY yang memilih ke Bali untuk urusan partainya sama saja membiarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi bencana alam. "Rakyatnya berjuang sendiri menghadapi banjir," kata Bambang melalui status BlackBerrynya Senin (20/1/2014).
Presiden SBY baru dijadwalkan akan mengunjungi pengungsi bencana gunung Sinabung pada Kamis (23/1/2014) mendatang. Dijadwalkan SBY akan menginap di Sinabung, Sumatera Utara.
Sensifitas Presiden SBY terhadap berbagai bencana di Tanah Air ini juga disinggung kadernya di Partai Demokrat yang awal pekan lalu dipecat sebagai anggota DPR Gede Pasek Suardika. Melalui akun twitternya @G_paseksuardika menyambut kehadiran SBY di Bali untuk acara konsolidasi partai.
Namun ia mengingatkan agar SBY tidak lupa mengunjungi Sinabung dan Manado. "Slmt Dtg Ketum PD Bp SBY di Bali utk konsolidasinya sampai tingkat ranting. Smg sukses. Jgn lupa jadwalkan juga ke Sinabung & Menado ya," tulis Pasek.
Sementara Juru Bicara Partai Demokrat Ikhsan Modjo mengungkapkan, Presiden sejak minggu lalu sudah melakukan rapat kabinet terkait bencana alam dan memberikan instruksi kepada para menteri terkait, termasuk BNPB, untuk mengambil tindakan cepat.
"Khusus untuk DKI, Presiden bahkan menginstruksikan bantuan langsung APBN Rp50 miliar untuk korban banjir DKI melalui BNPB," jelas Ikhsan, Senin (20/1/2014).
Selama ini banyak pihak mengkritisi presiden lambat menangani bencana dan dianggap tidak peduli dengan korban bencana di Sumatera Utara dan Manado karena sibuk mengurus PD. "Itu pernyataan tidak benar. Jangan lupa, presiden melakukan kegiatan sebagai Ketum PD hanya di weekend atau hari libur," tegas Ikhsan.
Apa yang terjadi pada diri SBY ini agak berbeda dengan apa yang ditulisnya melalui buku "Selalu Ada Pilihan" yang baru diluncurkan pada Jumat (17/1/2014) pekan lalu. Dalam bukunya, SBY menegaskan dirinya sejak dilantik sebagai Presiden hingga nanti akhir jabatan akan tetap melakukan kegiatan blusukan.
"Blusukan yang diatur secara pantas. Blusukan dengan tujuan dan sasaran yang pasti. Serta blusukan tanpa meninggalkan tugas dan kewajiban saya yang lain," tulis SBY dalam buku yang bertebal 824 halaman itu.
Entah, apa maksud blusukan tanpa meninggalkan kewajiban SBY yang lain tersebut? Yang pasti, SBY akhir pekan kemarin lebih memilih mengurus partainya ketimbang menyegerakan untuk mengunjungi rakyat yang sedang sedih akibat bencana alam. Apakah mengurus partai merupakan kewajiban yang lain?
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5842 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2193 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan