Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Saat Harga Merangkak Naik, Petani Cabai Justru Menjerit
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Petani Cabai di Karangasem gigit jari, pasalnya seluas berhektar-hektar tanaman cabai yang berada di wilayah Kecamatan Selat dan Sidemen kondisinya terancam gagal panen.
[pilihan-redaksi]
Seperti pemandangan pada Senin (13/01/2020) siang. Hektaran tanaman Cabai yang berada di wilayah Sidemen dan Banjar Dinas Benekasa, Desa Muncan, Selat, Karangasem terlihat menghitam dan membusuk sebelum waktu panen tiba.
"Ya ini kebanyakan cabai yang masih muda tiba-tiba menghitam," terang salah seorang petani Wayan Sadi ketika memanen sisa buah cabai yang belum menghitam.
Anehnya, di tengah kondisi buah cabai yang banyak menghitam itu, bagian pohon dan daun cabai justru terlihat segar bahkan sama sekali tidak menampakkan pohon tersebut sedang terserang suatu hama atau penyakit.
Menurut Sadi, kondisi buah cabai yang menghitam tersebut kemungkinan disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu atau terserang suatu hama penyakit.
Kondisi ini tentu saja membuat para petani menjadi resah karena hasil panen mereka turun drastis akibat kondisi tersebut.
Dalam kondisi normal, dari dua petak lahan bisa petani bisa menghasilkan cabai sebanyak 30 kilogram sekali panen, namun setelah terserang wabah hitam tersebut kini paling banyak bisa menghasilkan cabai kisaran 10 kilogram itu pun dengan kualitas campuran.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1464 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1105 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 951 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 846 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik