Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Saat Harga Merangkak Naik, Petani Cabai Justru Menjerit
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Petani Cabai di Karangasem gigit jari, pasalnya seluas berhektar-hektar tanaman cabai yang berada di wilayah Kecamatan Selat dan Sidemen kondisinya terancam gagal panen.
[pilihan-redaksi]
Seperti pemandangan pada Senin (13/01/2020) siang. Hektaran tanaman Cabai yang berada di wilayah Sidemen dan Banjar Dinas Benekasa, Desa Muncan, Selat, Karangasem terlihat menghitam dan membusuk sebelum waktu panen tiba.
"Ya ini kebanyakan cabai yang masih muda tiba-tiba menghitam," terang salah seorang petani Wayan Sadi ketika memanen sisa buah cabai yang belum menghitam.
Anehnya, di tengah kondisi buah cabai yang banyak menghitam itu, bagian pohon dan daun cabai justru terlihat segar bahkan sama sekali tidak menampakkan pohon tersebut sedang terserang suatu hama atau penyakit.
Menurut Sadi, kondisi buah cabai yang menghitam tersebut kemungkinan disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu atau terserang suatu hama penyakit.
Kondisi ini tentu saja membuat para petani menjadi resah karena hasil panen mereka turun drastis akibat kondisi tersebut.
Dalam kondisi normal, dari dua petak lahan bisa petani bisa menghasilkan cabai sebanyak 30 kilogram sekali panen, namun setelah terserang wabah hitam tersebut kini paling banyak bisa menghasilkan cabai kisaran 10 kilogram itu pun dengan kualitas campuran.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1027 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 890 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 815 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 523 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun