Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Saat Pandemi Jahe Merah Banyak Diminati Masyarakat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajak para petani di Kabupaten Belitung membudidayakan tanaman jahe merah karena nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati masyarakat.
"Saya mengajak petani untuk membudiayakan tanaman jahe merah karena memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan di Bangka Belitung terlebih saat pandemi Covid-19 yang banyak diminati masyarakat," kata Kepala Dinas Pertanian Bangka Belitung, Juaidi di Tanjung Pandan, Jumat (29/1/2021).
Dilansir dari Antara, selain jenis jahe merah kata Juaidi, jenis komoditi porang juga perlu dikembangkan karena kebutuhan pasar cukup tinggi.
"Sekarang petani harus melirik dan mencoba potensi komoditi strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta untuk tujuan ekspor seperti porang atau jahe merah," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan dan pengelaman para pelaku pertanian, tanaman porang dan jahe merah cocok dikembangkan karena karakteristik iklim dan kondisi tanah di Bangka Belitung sesuai dengan tanaman tersebut.
"Kami dorong terus untuk mengembangkan tanaman ini karena disatu sisi pembelinya sudah siap dan sudah ada makanya kita harus ambil peluang ini," tuturnya.
Sedangkan untuk pengembangan tanaman porang, Pemprov Babel akan menjalin kontrak kerja sama baik antara petani, pembeli dan perbankan sehingga nantinya ada kepastian pasar dan harga.
Harga jual porang Rp8 ribu-Rp10 ribu per kilogram sedangkan untuk jahe merah dijual Rp26.500 per kilogramnya.
"Kami mengajak petani Belitung berperan dalam mengembangkan porang, jangan hanya jadi penonton karena nilai ekonomi tinggi dan sebagai komoditi ekspor," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan