Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Sabung Ayam dibubarkan, Ratusan Massa Grudug Polres
BERITABALI.COM, BADUNG.
Akibat aksi pembubaran judi tajen atau sabung ayam oleh polisi, ratusan massa dari Banjar Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, akhirnya hari ini menggrudug Mapolres Badung, Bali.
Setibanya di Polres Badung, ratusan warga yang emosi itu kemudian diterima langsung oleh Kapolres Badung AKBP Komang Suartana, SIK. Mereka mempertanyakan tindakan polisi yang membubarkan tajen atau sabung ayam dalam upacara adat diwilayahnya. "Ini tabuh rah, kenapa polisi mesti membubarkannya. Ini adalah upacara adat," ungkap seorang warga yang enggan namanya disebut.
Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Komang Suartana, SIK mengaku aksi massa ini untuk mengecek dan mempertanyakan rekan mereka yang ditahan atau diamankan oleh aparat dalam aksi pembubaran judi tajen tersebut.
"Mereka kesini hanya mengecek apakah ada warga mereka yang ditahan atau diamankan oleh aparat dalam aksi pembubaran judi tajen tersebut. Tetapi kita hanya membubarkan saja tajen. Karena tidak ada warga yang kita amankan, mereka akhirnya pulang,"ujarnya, Kamis (21/2/2013).
Suartana juga menyampaikan, kedatangan ratusan massa tersebut tidak melakukan aksi anarkis dan pulang dengan tertib. Sebelumnya, anggota Reskrim Polsek Mengwi Badung kabarnya membubarkan aksi pembubaran tajen atau sabung ayam dalam sebuah upacara yang dinilai sarat dengan perjudian.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 349 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 301 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 225 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun