Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Sakit Asam Lambung, PMI Asal Tejakula Buleleng Meninggal di Turki
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Buleleng, bernama Komang Sasa Dwi Lestari (22), meninggal dunia di Turki akibat sakit asam lambung akut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Nyoman Sarjana, pada Selasa (16/9/2025) menjelaskan bahwa Sasa meninggal pada Minggu (14/9/2025). Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan menuju tanah air dengan maskapai Turkish Airlines TK66.
"Diperkirakan jenazahnya tiba malam ini (16/9) dan akan kami jemput di Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk diserahterimakan ke keluarga, lalu dibawa ke rumah duka," kata Sarjana.
Biaya pemulangan jenazah ditanggung keluarga almarhum bersama donasi dari masyarakat.
Sarjana mengungkapkan, berdasarkan penelusuran, Sasa bekerja sebagai tenaga terapis spa di Turki. Namun, ia diduga berangkat secara mandiri tanpa agen penyalur resmi karena namanya tidak tercatat dalam Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).
"Kemungkinan berangkat secara mandiri tanpa agen. Atau mungkin dengan keluarganya di sana lalu langsung dicarikan pekerjaan," ujar Sarjana.
Hingga kini pihak Disnaker Buleleng bersama BP3MI Bali masih menelusuri sejak kapan almarhumah bekerja di Turki.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3096 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2114 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun