Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Sakit Asma Menahun, Pria di Baturiti Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sungguh tragis pilihan hidup yang dijalani oleh almarhum I Nengah Suenten, 41 tahun yang tinggal di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti. Pria asal Buleleng ini mengakhir hidupnya dengan gantung diri karena sakit asma menahun pada Selasa, 19 Mei 2020.
[pilihan-redaksi]
“Motifnya karena sakit,” kata Kasubbag Humas Polres Tabanan IPTU I Nyoman Subagia, (19/5).
Informasi yang berhasil dihimpun, pada hari kejadian, sekitar Pukul 06.30 WITA kerabat korban, atas nama I Wayan Kardiasa pergi ke gudang belakang untuk membakar sampah, sesampai di gudang ia terkejut melihat korban yang telah terbujur kaku dalam keadaan tergantung pada kayu atap gudang dengan ketinggian sekitar 2 meter.
Melihat itu, ia langsung lari untuk memanggil istri korban kemudian bersama melihat korban. Istri korban sempat histeris dan menghampiri korban. Mereka langsung memotong tali yang menjerat leher korban.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Baturiti. Selanjutnya, tim medis dari Puskesmas Baturiti II untuk melakukan pemeriksaan luar. Hasil pemeriksaan luar menerangkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban,” ujar IPTU Subagia.
Selain itu, jenazah korban pun segera dimakamkan di Desa Semiran, Tejakula, Buleleng.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5452 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3470 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2301 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1099 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan