Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Sanggar Seni Catur Muka Swara, Menggali Insan Bersuara Emas
Selasa, 28 Agustus 2018,
17:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Meramu insan yang gemar akan dunia tarik suara bukanlah hal asing bagi Sanggar Seni Catur Muka Swara, “Kami selalu mencari bibit-bibit unggul didunia tarik suara melalui proses seleksi,” jelas I Komang Astita selalu pemimpin Sanggar Seni Catur Muka Swara.
[pilihan-redaksi]
Bukan suatu hal yang asing lagi bahwa Sanggar Seni Catur Muka Swara senantiasa membentuk bibit unggul dalam dunia tarik suara Bali. Hal tersebut dibuktikan melalui penampilan anak didik sanggar pada gelar Bali Mandara Mahalango 5 yang berlangusung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Senin malam (27/8).
Bukan suatu hal yang asing lagi bahwa Sanggar Seni Catur Muka Swara senantiasa membentuk bibit unggul dalam dunia tarik suara Bali. Hal tersebut dibuktikan melalui penampilan anak didik sanggar pada gelar Bali Mandara Mahalango 5 yang berlangusung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Senin malam (27/8).
“Sanggar ini sudah ada sejak tahun 2013, awalnya dimiliki oleh Kota Denpasar untuk mencari anak-anak yang berminat sungguh-sungguh dalam mennyanyi,” tutur Astita.
Para penyanyi maupun musisi yang tergabung dalam sanggar adalah anak-anak pilihan dengan mengambil langkah seleksi sebelumnya. “Misalnya itu seperti Deva (salah satu anggota Sanggar Seni Catur Muka Swara-red) dia dari kecil ikut seleksi sampai kuliah seperti saat ini pun dia tetap gabung,” tambah Astita.
Malam itu, instrumen yang menjadi persembahan pertama adalah Uma Sadina yang digarap oleh I Komang Astita pada tahun 1980. Garapan tersebut ditampilkan oleh Catur Muka Swara bersama Deva, Dena Ersafira, Mahalini Raharja, Meiska Adinda, Cening Wijaya, Angling, Saly, Diva, dan Wimas.
Tak hanya instrument dengan nuansa tradisional, para penyanyi pun turut mebawakan beberapa lagu kekinian, salah satunya yang dibawakan oleh Meiska Adinda, Mahalini Raharja, dan Dena Ersafira dengan lagu bertajuk All I Ask dari Adele. Lagu sendu ini pun sukses membawa penonton ke dalam haru birunya kisah friend zone yang memelit anak muda.
Setelah dibawa pada lagu kekinian, sebagai pamungkas lagu-lagu Bali pun bermunculan. Seperti Jempiring Putih sebagai lagu maskot Kota Denpasar, Ni Diah Tantri, dan Tat Twam Asi. Ketiga lagu tersebut kembali dibawakan oleh trio Meiska, Mahalini, dan Dena dengan suara merdunya kembali membalut penonton dalam suasana lagu. Ditambah dengan alunan musik yang apik semakin membuat lagu yang dibawakan kian sempurna.
Menurut I Made Bandem (pengamat seni dalam Bali Mandara Mahalango 5-red) ada keharmonisan dalam garapan dari Sanggar Seni Catur Muka Swara. “Music barat dan tradisional lagu yang diaransemen bagus saling mengisi,” jelas Bandem. Namun, Bandem pun tetap memberi masukan bahwa pada garapan Astita yang bertajuk Uma Sadina sejatinya lebih cocok hanya dengan gamelan Bali saja. “Lebih cocok dengan gamelan Bali saja, tapi karena ini suatu eksperiman itu tidak boleh dilarang,” kritik Bandem.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu I Wayan Dibia, pengamat seni yang juga kurator Bali Mandara Mahalango 5 mengatakan potensi anak-anak yang tergabung Sanggar Seni Catur Muka Swara cukup besar. “Anak-anak ini pemain musik yang cukup terlatih. Cukup rapi mereka bermainnya,” tutur Dibia. Hanya saja, menurut Dibia, soal pemilihan materi lagu tertentu (lagu barat –red) dan kostum (kostum Bali-red) dipakai yang terasa agak menghambat mereka berakting.
Sementara itu I Wayan Dibia, pengamat seni yang juga kurator Bali Mandara Mahalango 5 mengatakan potensi anak-anak yang tergabung Sanggar Seni Catur Muka Swara cukup besar. “Anak-anak ini pemain musik yang cukup terlatih. Cukup rapi mereka bermainnya,” tutur Dibia. Hanya saja, menurut Dibia, soal pemilihan materi lagu tertentu (lagu barat –red) dan kostum (kostum Bali-red) dipakai yang terasa agak menghambat mereka berakting.
“Sehingga agak sulit memberikan tenaga di dalam pertunjukkan. Karena kalau terlalu dibuka, kostumnya tidak menunjang. Kalau nggak , lagunya sendiri menuntut untuk itu,” ujar Dibia. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026