Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Satgas Pangan Jembrana Sidak, Ancam Cabut Izin Pedagang Jual Beras di Atas HET
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Satgas Pangan Kabupaten Jembrana kembali mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik penjualan beras, mulai dari pedagang tradisional, supermarket, hingga toko berjaringan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga beras tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Made Suarta Wijaya, menegaskan bahwa sidak dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
“Pokoknya kami tidak mau tahu. Harga beras harus sesuai standar demi stabilitas,” tegasnya, Kamis (30/10/2025).
Suarta Wijaya menjelaskan, pedagang yang ditemukan menjual beras di atas HET akan diberikan peringatan awal. Mereka diberi waktu satu minggu untuk menurunkan harga sesuai ketentuan. Jika pedagang tetap membandel, sanksi tegas pun menanti.
“Kalau tetap ngotot menjual di atas HET, kami akan ambil tindakan tegas. Izinnya bisa dicabut,” ujarnya.
Sidak terbaru dilakukan pada Rabu (29/10/2025) di CV Bumi Harum Manis, Jalan Danau Butan, Lelateng, Kecamatan Negara. Tim gabungan dari Satreskrim Polres Jembrana dan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan memeriksa stok hingga harga di lapangan.
Hasil sidak sebelumnya pada Senin (27/10/2025) menunjukkan masih ada pedagang yang menjual beras premium pada kisaran Rp15.200–Rp16.000 per kilogram, melebihi HET wilayah Jawa–Bali sebesar Rp14.900 per kilogram.
Suarta Wijaya menegaskan bahwa sosialisasi mengenai HET terbaru terus dilakukan agar pedagang memahami standar harga resmi dari pemerintah.
“HET beras premium Rp14.900 per kilo, beras medium Rp13.500, dan beras SPHP dari Bulog Rp12.500,” jelasnya.
Ia menyebutkan sidak tidak hanya dilakukan di 10 pasar tradisional di lima kecamatan, tetapi juga menjangkau pedagang di pelosok desa hingga produsen beras. Dengan langkah berkelanjutan ini, pemerintah berharap harga beras di seluruh wilayah Jembrana dapat terseragamkan dan stabil.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan