Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Satgas Stunting Gelar Monev, Wabup Tabanan Optimistis Bebas Stunting

Jumat, 27 Mei 2022, 14:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Satgas Stunting Gelar Monev, Wabup Tabanan Optimistis Bebas Stunting.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Guna mendukung penduduk tumbuh seimbang dan mewujudkan generasi emas pada tahun 2045, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) Provinsi Bali terus melakukan upaya menurunkan penurunan stunting di Provinsi Bali.

Salah satu strategi yang dilakukan dengan membentuk satgas stunting pada 1 April 2022 dengan tindak lanjut melakukan Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Kab Tabanan di Ruang Rapat lantai III Kantor Bupati Tabanan, Rabu (25/5). 

Dijelaskan oleh Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS bahwa stunting merupakan salah satu ancaman gagalnya tercipta keluarga berkualitas sehingga dapat berpengaruh pada kualitas generasi kita ke depannya. 

“Stunting ini bukan penyakit, tapi kondisi gagal tumbuh kembang anak yang tidak sesuai dengan umur seusianya karena kekurangan gizi yang menahun, tidak bisa diobati hanya bisa dicegah sehingga intervensi pencegahan yang dilakukan itu harus dimulai sejak dini , ini tentunya upaya agar kita bisa menyelamatkan dan mewujudkan generasi emas kedepannya,” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Bali yang kerap disapa dr. Luh De.

Penanganan stunting tersebut, tentunya membutuhkan konsentrasi khusus sehingga Presiden Jokowi telah mengeluarkan  Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang penurunan stunting dan menunjuk BKKBN sebagai ketua pelaksana yang ditindaklanjuti dengan Recana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RANPASTI).

“Melalui RANPASTI ini dibentuklah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai oleh Wakil Presiden di tk Nasional, Wakil Gubernur di Tk Provinsi dan Wakil Bupati di Tk Bupati. Melalui TPPS ini diharapkan seluruh instansi dapat bergabung menjalankan program penurunan stunting sesuai perannya masing-masing karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri untuk menghadapi persoalan stunting ini,” tambah dr. Luh De.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E. sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tabanan, menekankan keseriusan pemerintah dalam mengupayakan penurunan stunting dan komitmen pemerintah tidak pernah kendor.

“Menurut Data SSGI 2021, pravelensi stunting di Kab Tabanan mencapai 9,2% ini sebenarnya sudah dibawah rata-rata pravelensi di Provinsi Bali yaitu 10,9% namun kami pemerintah Kabupaten Tabanan berharap dan yakin bisa menurunkan lagi kasus stunting ini menjadi 5% bahkan kalau bisa sampai 2,5 % sehingga benar-benar kita ‘bebas’ stunting,” jelas Edi Wirawan.

Menurut informasi yang didapatkan, Desa Marga Kec Marga masih memiliki kasus stunting tinggi di Kab Tabanan, untuk itu diharapkan keseriusan dan kolaborasi kerja dari berbagai pihak, untuk memastikan konvergensi antar program sampai hingga ke tingkat desa/kelurahan untuk menurunkan stunting.

“Ini menjadi perhatian kita, untuk itu diharapkan kerja sama dari seluruh sektor hal ini tentunya untuk menciptakan masa depan yang berkualitas. Dalam menyongsong masa depan, kita harus optimis namun tidak boleh lengah. Anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan, sekarang kita raawt mereka, kelak mereka yang merawat bangsa,” tambah Edi Wirawan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/adv



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami