Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Satpol PP Gianyar Berangus Baliho Usang dan Pedagang Liar
Jelang G20
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tim gabungan Satpol PP Gianyar bersinergi dengan Satpol PP Provinsi Bali melakukan penertiban pedagang yang berjualan di badan Jalan Ida Bagus Mantra.
Selain itu sejumlah baliho usang juga diberangus menjelang G20 untuk menciptakan keindahan terhindar dari kesan kumuh.
Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, mengatakan penertiban dilakukan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan serta keindahan. Mengingat akan dilaksanakannya event internasional G20.
“Nike penertiban baliho dan sejenisnya yang sudah usang dan tidak berizin, untuk wujudkan keindahan kota, apa lagi menjelang G20,” ujarnya.
Sebanyak 16 baliho usang di berangus dan 10 lapak pedagang ditertibkan oleh tim gabungan.
“Giat ini bersinergi dengan Satpol PP Provinsi Bali, kami tertibkan yang di sepanjang by pass Ida Bagus Mantra, wilayah Gianyar,” ujarnya.
Petugas juga mengimbau pedagang yang membahayakan pengendara dan keselamatan diri diminta pindah.
“Agar tidak menggunakan badan jalan milik negara, juga kami tertibkan,” jelasnya.
Petugas akan terus berjaga sebab pedagang akan kembali melanggar.
“Kami akan terus tertibkan, supaya tidak kumuh. Karena yang bersangkutan memakai badan jalan milik negara,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4019 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1385 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 737 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun