Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Saudi Desak Reformasi DK PBB Usai Kecewa AS Veto Kembali Resolusi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Arab Saudi mendesak reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) buntut veto Amerika Serikat terhadap draf resolusi yang diajukan Aljazair.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Saudi menyesalkan keputusan AS memveto rancangan Aljazair yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Jalur Gaza.
Saudi meminta DK PBB direformasi agar badan itu bisa benar-benar melaksanakan perannya sebagai penjaga perdamaian.
"Saat ini ada kebutuhan mendesak lebih dari sebelumnya untuk mereformasi Dewan Keamanan agar badan ini melaksanakan tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional dengan kredibilitas dan tanpa standar ganda," demikian keterangan Kemlu Saudi, seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (21/2).
Riyadh menyebut situasi keamanan di Gaza saat ini perlu perhatian mendesak karena terus memburuk, terutama di tengah ancaman serangan brutal Zionis di Rafah.
"Kerajaan memperingatkan situasi kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza dan sekitarnya," bunyi keterangan Kemlu Saudi sambil memperingatkan bahwa eskalasi pertempuran cuma akan mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan.
"Eskalasi tidak akan mengarah kepada dialog dan solusi damai untuk masalah Palestina sesuai dengan resolusi internasional yang relevan," demikian keterangan Kemlu Saudi.
Pada Selasa (20/2), Dewan Keamanan PBB menggelar pemungutan suara mengenai draf resolusi gencatan senjata Gaza yang diajukan Aljazair.
Namun, AS selaku anggota tetap DK PBB menggunakan hak vetonya sehingga rancangan itu tidak lolos. Washington menilai draf tersebut omong kosong.
Untuk meloloskan suatu resolusi, draf harus disetujui oleh sembilan anggota DK PBB dan tidak diveto oleh satupun anggota tetap.
Draf Aljazair berisi tuntutan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza sekaligus pembebasan tanpa syarat semua sandera yang hingga kini masih ditawan.
Meski memveto draf Aljazair, AS sebetulnya juga mengajukan rancangan resolusi untuk diadopsi DK PBB. Draf itu menyerukan gencatan senjata sementara guna membebaskan sandera yang ditahan Hamas.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 766 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 723 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 365 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun