Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Saudi Larang AS Pakai Wilayahnya Untuk Serang Houthi di Yaman
BERITABALI.COM, DUNIA.
Arab Saudi mengambil langkah tegas dengan membatasi penggunaan tanah dan wilayah udaranya oleh pasukan Amerika Serikat menyerang kelompok Houthi di Yaman.
Pejabat pertahanan AS mengatakan beberapa tindakan itu termasuk mengizinkan pesawat tempur Amerika untuk mengisi bahan bakar hanya di pangkalan udara militer kerajaan.
Saudi juga mencegah pasukan Amerika menggunakan sistem pertahanan rudal mereka yang ada di Arab Saudi, untuk melawan Houthi.
Dilansir Middle East Monitor, Arab Saudi sejauh ini belum buka suara soal kabar tersebut.
Namun sejak awal eskalasi di Laut Merah, Saudi menolak bergabung dengan koalisi negara-negara yang dipimpin AS melawan Houthi.
Menurut pejabat AS tersebut, Washington kini memperkuat pertahanan rudalnya di Socotra, sebagai antisipasi serangan Houthi terhadap pangkalan-pangkalan di wilayah tersebut.
"Langkah-langkah ini bertujuan untuk mencegat rudal jarak jauh yang mungkin diluncurkan oleh Houthi," ujar pejabat itu.
Sejak November 2023 lalu, Houthi Yaman mulai menyerang kapal-kapal yang terkait Israel, sebagai bentuk solidaritas bagi warga Palestina.
Pada Januari 2024, ketegangan di Laut Merah meningkat setelah AS dan Inggris mulai balas menyerang situs Houthi di Yaman. Akibatnya, kelompok itu juga mulai memasukkan kapal-kapal AS dan Inggris sebagai sasaran mereka. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 550 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 405 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 404 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan