Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Sejarah Agama Khonghucu di Bali dan Kembalinya Perayaan Imlek
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Agama Khonghucu telah hadir di Bali sejak lebih dari seribu tahun yang lalu, berawal pada abad keempat Masehi, dan telah mengalami akulturasi dengan budaya lokal. Keberadaan agama ini turut berpengaruh pada kebudayaan Bali, terutama dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang kini dirayakan dengan meriah di pulau ini.
Menurut catatan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Provinsi Bali, hubungan antara Bali dan Tiongkok sudah terjalin lama, terutama dalam bidang perdagangan dan keagamaan.
"Pada masa itu, Raja Bali telah menjalin hubungan dengan kerajaan Tiongkok, yang tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga dalam hal keagamaan," ungkap Adinata, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Provinsi Bali, saat dihubungi pada 2 Februari 2019.
Jejak Agama Khonghucu di Bali bisa ditemukan pada sejumlah klenteng (tempat ibadah) yang tersebar di berbagai wilayah, baik di Bali utara maupun selatan. Salah satu klenteng yang masih berdiri kokoh hingga saat ini adalah Klenteng Khongcu di Jalan Bisma, Denpasar, yang dibangun pada tahun 1975 dan diresmikan pada 9 Oktober 1977. Klenteng ini menjadi yang tertua di wilayah Kota Denpasar.
Pada masa Orde Baru, keberadaan Agama Khonghucu sempat dibatasi, dan umat Khonghucu tidak memiliki tempat ibadah resmi. Praktik ibadah dilakukan secara sederhana di rumah-rumah, sementara kegiatan belajar agama juga berlangsung dari rumah ke rumah.
Baru setelah era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, hak-hak sipil umat Khonghucu dipulihkan dan mereka kembali dapat melaksanakan ibadah di klenteng-klenteng yang ada.
Perayaan Tahun Baru Imlek, yang sebelumnya sempat dilarang selama pemerintahan Orde Baru, kini telah menjadi tradisi yang dihormati dan dirayakan setiap tahunnya oleh umat Khonghucu di Bali. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap keberagaman dan toleransi antar umat beragama di Indonesia.
Dengan adanya kebebasan beragama dan pemulihan hak-hak sipil, umat Khonghucu kini dapat merayakan Tahun Baru Imlek secara penuh dan dengan semangat yang lebih besar, memperkaya budaya Bali yang sudah terkenal akan keramahannya dalam menerima berbagai pengaruh dan tradisi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3382 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1714 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 803 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan