Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Sekutu Putin: Insiden Rudal Polandia Langkah Menuju Perang Dunia III
beritabali.com/cnbcindonesia.com/Sekutu Putin: Insiden Rudal Polandia Langkah Menuju Perang Dunia III
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mantan Presiden Rusia yang juga wakil ketua Dewan Keamanan, Dmitry Medvedev memberi peringatan. Insiden seperti ledakan rudal yang menewaskan dua orang di Polandia, tegasnya, berisiko memicu konflik global yang besar.
Dalam postingannya di Twitter, Medvedev menjabarkan bahwa insiden rudal itu semakin mendekatkan api peperangan antara negaranya dengan Barat. Padahal, hubungan keduanya sudah sangat memanas di Ukraina.
"Insiden itu membuktikan hanya satu hal: mengobarkan perang hibrida melawan Rusia, Barat bergerak lebih dekat ke Perang Dunia," tulisnya dikutip Russia Today, Kamis (17/11/2022).
Hal senada juga dikatakan wakil perwakilan Rusia untuk PBB, Dmitry Polyansky. Ia mengklaim ada "upaya nyata untuk memprovokasi konfrontasi militer langsung antara NATO dan Rusia".
"Sumber keraguan lainnya adalah histeria instan dari rezim Kyiv (Ukraina) dan tuntutan untuk menghukum Rusia," katanya.
Serangan rudal terjadi di wilayah Polandia pada Selasa malam. Rudal jatuh di wilayah Przewodow dan menewaskan dua orang.
Desa ini berjarak 6 km (3,5 mil) dari perbatasan dengan Ukraina. Tudingan muncul ke Rusia karena pada saat itu pasukan Presiden Vladimir Putin tengah menggempur kota-kota Ukraina.
Sementara itu, dalam pernyataan terbarunya, Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa rudal yang mendarat di Polandia ditembakkan oleh pasukan Ukraina bukan Rusia. Tapi, Paman Sam, tetap menyalahkan Moskow sebagai biang keladi.
"Bahwa ledakan ini kemungkinan besar merupakan hasil dari rudal pertahanan udara Ukraina," katanya dalam sebuah pernyataan pers.
"Jelas bahwa pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tragis ini adalah Rusia, yang meluncurkan rentetan rudal ke Ukraina," tambah Gedung Putih.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga mengatakan demikian, di mana menurutnya ledakan mematikan di Polandia mungkin akibat tembakan sistem pertahanan anti-pesawat Ukraina. Namun, Rusia memikul "tanggung jawab utama" atas perang tersebut.
Hal sama juga dikatakan Presiden Polandia Andrzej Duda. Ia menegaskan "tidak ada indikasi bahwa ini adalah serangan yang disengaja ke Polandia".
Meski begitu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tetap yakin bahwa rudal yang menghantam Polandia dan menewaskan dua orang, adalah rudal Rusia. Ia menegaskan dirinya percaya bahwa rudal itu bukan milik Ukraina.
"Saya yakin ini bukan misil kami," kata Zelensky dalam sambutannya di televisi.
"Saya yakin ini adalah rudal Rusia, berdasarkan laporan militer kami," tegasnya.
Ia meminta sekutu berbagi "semua data" yang disimpan. Sehingga semua fakta terlihat
"Kami ingin menetapkan semua detail, setiap fakta. Itu sebabnya kami membutuhkan... akses ke semua data yang dimiliki mitra kami dan lokasi ledakan," kata Zelensky dalam pidato malamnya itu.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2201 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2071 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1539 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1421 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli