Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Senderan di Pucaksari Buleleng Ambrol, Satu Rumah Roboh
BERITABALI.COM, BULELENG.
Musibah longsor akibat senderan ambrol di Banjar Dinas Pucaksari, Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Senin (27/01/2025) sekitar pukul 12.00 WITA mengakibatkan satu rumah roboh.
Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Berdasarkan sejumlah data dan informasi yang dikumpulkan menyebutkan, dipastikan musibah longsor yang terjadi disebabkan hujan yang terus melanda wilayah di Desa Pucaksari, sehingga rumah milik Ni Luh Partini (60) roboh pada bagian dapur dan teras belakang.
Perbekel/Kepala Desa Pucaksari, I Ketut Maliani saat dikonfirmasi membenarkan salah satu rumah warganya roboh akibat longsoran yang disebabkan tergerusnya senderan rumah.
“Saat peristiwa terjadi, pemilik rumah sedang berada di kamar bersama anaknya, saat itu mendengar suara gemuruh keras dari arah dapur. Saat diperiksa, telah mendapati atap dapur dan atap teras belakang rumahnya telah roboh,” sebut Perbekel Desa Pucaksari.
Perbekel Pucak Sari Maliani juga memaparkan kerusakan pada bangunan warganya yang ditafsir mengalami kerugian mencapai Rp40 Juta.
“Bangunan yang rusak meliputi dapur dan ruang teras belakang dengan luas sekitar 10 meter x 6 meter. Kerugian material ditaksir mencapai empat puluh juta rupiah,” sebutnya.
Dengan curah hujan yang tinggi di Desa Pucaksari, Perbekel meminta warganya untuk selalu waspada dan selalu melakukan koordinasi dengan cepat bila menemukan titik-titik musibah yang terjadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1382 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1050 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 896 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik