Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Senggol Dadakan Jelang Ramadan

Kampung Jawa

Kamis, 4 September 2008, 17:11 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Kampung Jawa tepatnya di Banjar Tunggal Sari, Delod Rurung,
Tabanan di bulan Ramadan seperti sekarang ini sedikit berbeda dari bulan-bulan biasa. Jelang sore hari mendekati waktu berbuka puasa, warga Tunggal Sari menyerbu pasar senggol dadakan yang digelar di Balai Banjar Tunggal Sari.



Senggol Jelang Ramadan yang buka dari pukul 15.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita ini menjual berbagai anekan panganan. Mulai dari nasi kuning, tipat, lawar ayam., sate langoan, urab. Tidak ketinggalan juga jajan bali, dan es cendol dijual di pasar senggol dadakan ini. Harga yang ditawarkan pun sama dari harga harga makanan di warung-warung biasanya.

Bizaini selaku kepala keamanan Banjar Tunggal Sari yang ditemui di pasar senggol dadakan, Kamis (4/9) mengatakan pasar senggol jelang Ramadan ini bukanya hanya pas bulan puasa saja. Dikatakannya pembelinya selain dari banjar Tunggal Sari, juga dari kecamatan lainya seperti kecamatan Kediri.



"pembelinya juga tidak hanya umat Muslim, banyak juga umat Hindu yang ingin merasakan panganan yang dijual di pasar senggol jelang Ramadan ini," jelasnya. Jajan atau kue yang dijual ini akan dipergunakan sebagai menu buka puasa bagi warga muslim saat waktu berbuka tiba.



Sementara itu Kelihan adat Delod Rurung, Gusti Ngurah Alit Widasmara mengatakan pasar senggol jelang Ramadan memang ada sudah sejak lama. "Kawan-kawan muslim membuka senggol ramadan ini sudah lama, mungkin sejak
Banjar ini ada. Kita pun selaku warga non muslim menghormati bahkan ikut berbelanja panganan yang dijual disini," jelasnya.

Ditandaskannya, memang telah terbangun harmonisasi sejak lama antara warga Hindu dan Muslim di adat delod rurung. Terlebih ketika salah satunya merayakan hari besarnya maka
sudah menjadi kewajiban menghormati bahkan ikut menjaga agar berjalan dengan aman dan lancar."seperti hari raya nyepi, kawan-kawan kita di banjar Tunggal Sari ikut nyepi bahkan ikut menjaga agar berlangsungnya hari raya berjalan dengan baik," tegasnya. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami