Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Seorang Remaja Tikam 3 Bocah dan Pegawai Penitipan Anak Hingga Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang remaja memaksa masuk pusat penitipan anak di Brasil selatan dan menikam tiga anak serta dua staf hingga tewas pada Selasa (4/5/2021) waktu setempat, sebelum dilumpuhkan oleh polisi, kata pejabat.
Menteri Pendidikan setempat Gisela Hermann menggambarkannya sebagai "adegan mengerikan" di fasilitas di Sausades, sebuah kota di Negara Bagian Santa Catarina. Melalui telepon ia mengatakan kepada Reuters bahwa seorang guru perempuan dan asisten pendidikan ikut tewas.
Menurutnya, anak-anak lain kemungkinan akan dirawat di rumah sakit sebagai akibat serangan tersebut.
Silvia Fernandes dos Santos, anggota dewan sekolah setempat, menyebutkan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 10:00 waktu setempat. Remaja itu pun lantas dibawa ke sel tahanan setelah berupaya melakukan bunuh diri, katanya.
"Ia berupaya untuk ... bunuh diri, tetapi gagal. Sehingga ia dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dipindahkan. Masyarakat sangat marah dan ingin memberikan keadilan versinya sendiri," kata dos Santos kepada Reuters via telepon.
Kepolisian Koat Chapec, dekat Sausades, mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut, namun tidak dapat langsung memberikan informasi apa un.
Departemen keamanan masyarakat Santa Catarina tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1425 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1081 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 925 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 818 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik