Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Seorang Suami Pemabuk Getok Kepala Istri Dengan Pipa Besi Sampai Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang suami pemabuk bunuh istri dengan sadis. Suami bunuh istri dengan balok kayu dan pipa besi.
Sang suami, pelaku pembunuhan itu berusia lanjut, 50 tahun. Dia bekerja sebagai buruh.
Pria itu bernama Murugesh dan sudah ditangkap kepolisian Mettupalayam, India.
Kejadian pembunuhan itu Jumat lalu. Murugesh merupakan lelaki asal Arivozhi Nagar Kuttai.
Murugesh membunuh istrinya Parvathi yang dinikahinya 10 tahun lalu. Ini ada pernikahan keduanya.
Rumah tangga Murugesh dan Parvathi dikenal tidak harmonis dan sering berkelahi. Lalu kejadian mengerikan terjadi pada Kamis malam.
Murugesh kembali ke rumah dalam kondisi mabuk dan bertengkar dengan istrinya. Murugesh menyerang istrinya dengan batang kayu dan pipa besi kecil.
Parvathi menderita luka di kepala, tangan dan kakinya. Parvathi meninggal di tempat.
Setelah pembunuhan terjadi, tetangga Parvathi menangkap Murugesh.
Warga pun memberi tahu polisi jika ada kasus pembunuhan.
Polisi mengirim mayat tersebut ke Rumah Sakit Pemerintah Mettupalayam untuk menjalani postmortem.
Murugesh memiliki dua anak perempuan, berusia 20 dan 17 tahun, dari pernikahan pertamanya.
Istri pertamanya Kanniammal telah berpisah darinya dan menikah dengan pria lain. Namun Kanniammal meninggal 3 tahun lalu karena sebuah penyakit.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 270 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 189 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 172 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun