Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Sepeda Ontel di Bali Tetap Eksis, Diburu di Kalangan Penghobi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hingga kini keberadaan sepeda ontel klasik masih eksis. Terbukti, peminatnya masih terlihat servis setiap minggunya.
Seperti terlihat di bengkel khusus sepeda ontel di Banjar Celuk, Desa Kapal, Kabupaten Badung. Menurut pemilik bengkel yang juga penghobi sepeda Ontel, I Wayan Artawan, peminat sepeda klasik selain dari kalangan orang tua juga ada dari anak muda.
"Alasan mereka meyukai sepeda ontel selain klasik, juga ingin mengenang masa lalu sembari bersepeda," ujarnya, Sabtu (16/7) di Banjar Celuk, Desa Kapal, Kabupaten Badung.
Para pengobi sepeda ontel banyak memburu produksi dari Belanda dan Inggris.
"Para penghobi rata-rata mengincar sepeda ontel produksi Belanda dan Inggris. Selain desainnya, bahan dasar yang kokoh menjadi pertimbangan untuk membelinya," paparnya.
Untuk biaya sekali servis sepeda ontel, ia mematok biaya mulai dari Rp100 ribu-Rp200 ribu per unitnya.
"Biaya servis tentu disesuaikan dengan kondisi kerusakan masing-masing," ucapnya.
Sedangkan harga per unit untuk sepeda ontel rakitan, ia mengaku beragam mulai Rp1 juta per unit hingga Rp7 juta lebih.
"Tergantung dari rakitan tahun sepeda ontelnya," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1624 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun