Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Sering Makan Korban, Warga Tegallinggah Gelar Upacara "Danu Kertih" di Sungai Songan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sepuluh nyawa telah melayang dalam kurun waktu 15 tahun belakangan ini menjadi alasan warga Banjar Adat Tegallinggah, Karangasem mengelar upakara “Danu Kertih” diareal Sungai Songan, pada Selasa pagi (12/11/2019).
Upacara “Danu Kertih” ini dilaksanakan sebagai simbolis untuk menyucikan kemabali keberadaan mata air sungai Songan atas serangkaian peristiwa kematian yang terjadi di sepanjang aliran sungai. Sungai ini konon memiliki histori sebagai tempat mandinya para prajurit jaman kerajaan usai berlatih perang.
Seperti yang dijelaskan oleh Kelian Banjar Adat Tegallinggah, I Komang Sudanta, bahwa salah satu harapan dan tujuan digelarnya upacara “Danu Kertih” ini adalah berharap agar setelah dilaksanakannya upacara ini tidak ada lagi korban jiwa di kawasan sungai yang dikenal angker tersebut.
“Harapan kami setelah upacara ini digelar disamping untuk menjaga kesucian mata air juga agar tidak ada lagi korban jiwa di kawasan sungai ini,” ujarnya.
Dalam proses upacara “Danu Kertih” ini dipuput oleh Ida Pandita Rsi Bagawan Muninanda Saraswati. Selain menghaturkan berbagai sesajen banten juga dilakukan ritual "mulang pekelem" di areal Sungai Songan.
Upacara serupa juga dilakukan di sejumlah mata air lainnya yang ada di wilayah Banjar Adat Tegallinggah. Upacara “Danu Kertih” ini juga akan dilaksanakan secara rutin yaitu selama lima tahun sekali di seluruh mata air yang ada.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1449 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1096 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 941 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 833 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik