Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Sering Makan Korban, Warga Tegallinggah Gelar Upacara "Danu Kertih" di Sungai Songan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sepuluh nyawa telah melayang dalam kurun waktu 15 tahun belakangan ini menjadi alasan warga Banjar Adat Tegallinggah, Karangasem mengelar upakara “Danu Kertih” diareal Sungai Songan, pada Selasa pagi (12/11/2019).
Upacara “Danu Kertih” ini dilaksanakan sebagai simbolis untuk menyucikan kemabali keberadaan mata air sungai Songan atas serangkaian peristiwa kematian yang terjadi di sepanjang aliran sungai. Sungai ini konon memiliki histori sebagai tempat mandinya para prajurit jaman kerajaan usai berlatih perang.
Seperti yang dijelaskan oleh Kelian Banjar Adat Tegallinggah, I Komang Sudanta, bahwa salah satu harapan dan tujuan digelarnya upacara “Danu Kertih” ini adalah berharap agar setelah dilaksanakannya upacara ini tidak ada lagi korban jiwa di kawasan sungai yang dikenal angker tersebut.
“Harapan kami setelah upacara ini digelar disamping untuk menjaga kesucian mata air juga agar tidak ada lagi korban jiwa di kawasan sungai ini,” ujarnya.
Dalam proses upacara “Danu Kertih” ini dipuput oleh Ida Pandita Rsi Bagawan Muninanda Saraswati. Selain menghaturkan berbagai sesajen banten juga dilakukan ritual "mulang pekelem" di areal Sungai Songan.
Upacara serupa juga dilakukan di sejumlah mata air lainnya yang ada di wilayah Banjar Adat Tegallinggah. Upacara “Danu Kertih” ini juga akan dilaksanakan secara rutin yaitu selama lima tahun sekali di seluruh mata air yang ada.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 738 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 371 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun