Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Setiap 15 Menit Ada 1 Anak di Gaza Tewas Karena Serangan Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Save the Children pada Selasa (17/10) menuntut "gencatan senjata segera," di tengah krisis kemanusiaan yang mengerikan di Jalur Gaza, Palestina. Organisasi Amal untuk Anak-Anak ini memperingatkan bahwa jumlah korban di Gaza akan meningkat seiring dengan habisnya air.
"Lebih dari 1.000 anak dilaporkan tewas dalam 11 hari serangan udara di Gaza, satu anak setiap 15 menit dan sepertiga dari total korban jiwa di Gaza adalah anak-anak," kata badan amal yang berbasis di Inggris itu dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu.
Mengenai "situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan" di Gaza, yang dikepung total militer Israel, Save the Children mencatat peringatan tentang air bersih pada Senin (16/10) oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) untuk warga Palestina di Timur Dekat
"Masyarakat, terutama anak-anak, akan segera meninggal karena dehidrasi," kata UNRWA.
"Air hampir habis dan waktu hampir habis untuk anak-anak Gaza," kata Jason Lee, direktur kantor Save the Children's Palestine. "Tanpa berakhirnya pertempuran, tanpa gencatan senjata, ribuan nyawa anak-anak berada dalam bahaya," lanjutnya.
Mengenai laporan yang mengatakan bahwa pemerintah Israel melanjutkan pasokan air pada Minggu ke Gaza selatan, LSM tersebut mengatakan bahwa pompa air yang bergantung pada listrik tidak berfungsi selama empat hari tanpa listrik di Jalur Gaza.
"Pagi ini, PBB memperingatkan bahwa semua rumah sakit di Gaza diyakini hanya memiliki sisa bahan bakar sekitar 48 jam untuk mengoperasikan generator cadangan, sehingga ribuan pasien, termasuk anak-anak, berada dalam risiko," tambahnya.
Pengeboman dan blokade Israel terhadap Jalur Gaza berlanjut hingga berhari-hari setelah konflik dengan kelompok militan Hamas, dengan lebih dari 1 juta orang mengungsi, di mana jumlah itu hampir setengah dari populasi Gaza, menurut UNRWA.
Pertempuran dimulai pada 7 Oktober 2023 ketika Hamas memulai Operasi Banjir Al-Aqsa, sebuah serangan mendadak multi-cabang yang mencakup ribuan peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara. Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel.
Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi untuk membasmi Hamas di Jalur Gaza. Lebih dari 4.400 orang tewas dalam konflik bersenjata tersebut, termasuk sedikitnya 3.001 warga Palestina dan lebih dari 1.400 warga Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4190 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1438 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 942 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 874 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun