Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Simakrama di Jembrana, Pastika Sodok CBS
Pekutatan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
I Made Mangku Pastika, calon gubernur (cagub) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyindir program Cok Budi Suryawan (CBS) kandidat cagub lainnya yang diusung oleh Koalisi Rakyat Bali.
Menurutnya program peningkatan bantuan kepada desa pakraman dari Rp. 50 juta menjadi Rp. 100 juta adalah sesuatu yang tidak realistis. Alasannya APBD Bali hanya berkisar Rp. 680 miliar yang tentunya tidak cukup untuk memberikan bantuan kepada 1.400 desa pakraman.
"Di Bali ada 1.400 desa pakraman dan 2.400 subak, mana cukup APBD Bali untuk memberikan bantuan sebesar itu," ujarnya saat bersimakrama di PAC PDIP Pekutatan, Jumat (13/6).
Menurutnya, program Bali yang aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara) yang diusungnya sangat realistis karena nafasnya Bali ada di pariwisata yang tentunya akan sangat mendambakan keamanan. "Jika Bali sudah aman, maka pariwisata pasti akan berkembang sehingga akan mampu membangkitkan masyarakat Bali dari keterpurukan akibat peristiwa Bom Bali. Dan saya akan menciptakan rasa aman itu," tandasnya.
Selain menyindir CBS, tim sukses Pasti-Yoga juga mengedarkan air mineral gelas bergambar cagub-cawagub Pasti-Yoga yang ditempatkan dalam kotak-kotak makanan lalu dibagikan kepada masyarakat. Padahal, air mineral tersebut sudah dilarang oleh Panitia Pengawas (Panwas) Pilgub Bali, karena sudah termasuk atribut kampanye. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun