Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Siswi Disabilitas Diduga Dilecehkan Guru, Keluarga Lapor Polisi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang siswi disabilitas diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum gurunya di sekolah luar biasa (SLB) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut keterangan keluarga korban, peristiwa ini terjadi di sebuah SLB yang berada di Laniang, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan. Keluarga korban pun telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
"Iya korban adalah keponakan saya, kasus ini sudah kami laporkan ke polisi," kata tante korban, Hajrah kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11).
Menurut Hajrah bahwa kasus ini bermula ketika dirinya mendapati korban berinisial T (15), yang merupakan siswi kelas 9, dalam kondisi menangis histeris di depan pintu rumahnya, pada Senin (11/11).
"Jadi dia peragakan [memakai bahasa isyarat] katanya ada laki-laki yang mengangkat bajunya dan melakukan pelecehan seksual kepada dirinya. Dia berusaha lari tapi ditarik hingga ada bekas cakaran di pergelangan tangan kirinya," ungkapnya.
Keesokan harinya, pihak keluarga bersama korban datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah tersebut untuk melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami korban.
"Pada saat di ruangan guru, korban melihat tas milik salah satu guru yang diduga pelaku pelecehan. Tak lama guru itu masuk dan korban langsung histeris saat melihat guru tersebut," ungkapnya.
Hajra menerangkan bahwa pihak sekolah membela oknum guru, inisial A (34), yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap korban dan terduga pelaku mengakui perbuatannya.
"Oknum guru itu tidak mengakui hal yang dituduhkan, lalu terjadi keributan. Oknum guru itu minta korban divisum," katanya.
Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Iptu Hartawan mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan korban dan sempat mengamankan terduga pelaku.
"Diamankan oleh Polsek Tamalanrea dan dititipkan kemarin," kata Hartawan kepada CNNIndonesia.com.
Hartawan menerangkan penyidik Unit PPA Polrestabes Makassar sudah memeriksa oknum guru tersebut. Namun, terlapor tidak ditahan.
"Sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap terlapor kemarin, namun kami pulangkan mengingat kewenangan kami hanya 24 jam. Sementara korban baru bisa dimintai keterangan tadi malam," ungkapnya.
Hartawan menyebut korban sempat menjalani pemeriksaan visum et repertum pada saat melaporkan kasus itu ke Polrestabes Makassar. Namun, hasilnya belum keluar.
"Sudah (visum), pada saat sudah buat LP, lanjut visum namun belum ada hasilnya. Senin kalau sudah ada hasil (visum), kami lanjut gelar [perkara] kan," jelasnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 806 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 699 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 520 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 502 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik