Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Siswi Disabilitas Diduga Dilecehkan Guru, Keluarga Lapor Polisi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang siswi disabilitas diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum gurunya di sekolah luar biasa (SLB) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut keterangan keluarga korban, peristiwa ini terjadi di sebuah SLB yang berada di Laniang, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan. Keluarga korban pun telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
"Iya korban adalah keponakan saya, kasus ini sudah kami laporkan ke polisi," kata tante korban, Hajrah kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11).
Menurut Hajrah bahwa kasus ini bermula ketika dirinya mendapati korban berinisial T (15), yang merupakan siswi kelas 9, dalam kondisi menangis histeris di depan pintu rumahnya, pada Senin (11/11).
"Jadi dia peragakan [memakai bahasa isyarat] katanya ada laki-laki yang mengangkat bajunya dan melakukan pelecehan seksual kepada dirinya. Dia berusaha lari tapi ditarik hingga ada bekas cakaran di pergelangan tangan kirinya," ungkapnya.
Keesokan harinya, pihak keluarga bersama korban datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah tersebut untuk melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami korban.
"Pada saat di ruangan guru, korban melihat tas milik salah satu guru yang diduga pelaku pelecehan. Tak lama guru itu masuk dan korban langsung histeris saat melihat guru tersebut," ungkapnya.
Hajra menerangkan bahwa pihak sekolah membela oknum guru, inisial A (34), yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap korban dan terduga pelaku mengakui perbuatannya.
"Oknum guru itu tidak mengakui hal yang dituduhkan, lalu terjadi keributan. Oknum guru itu minta korban divisum," katanya.
Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Iptu Hartawan mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan korban dan sempat mengamankan terduga pelaku.
"Diamankan oleh Polsek Tamalanrea dan dititipkan kemarin," kata Hartawan kepada CNNIndonesia.com.
Hartawan menerangkan penyidik Unit PPA Polrestabes Makassar sudah memeriksa oknum guru tersebut. Namun, terlapor tidak ditahan.
"Sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap terlapor kemarin, namun kami pulangkan mengingat kewenangan kami hanya 24 jam. Sementara korban baru bisa dimintai keterangan tadi malam," ungkapnya.
Hartawan menyebut korban sempat menjalani pemeriksaan visum et repertum pada saat melaporkan kasus itu ke Polrestabes Makassar. Namun, hasilnya belum keluar.
"Sudah (visum), pada saat sudah buat LP, lanjut visum namun belum ada hasilnya. Senin kalau sudah ada hasil (visum), kami lanjut gelar [perkara] kan," jelasnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan