Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Suami Siram Air Keras ke Istri dan Anak Hingga Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pria berinisial R (48) menyiram istrinya berinisial SS (31) dan anaknya berinisial KM (1) dengan air keras di Cengkareng, Jakarta Barat. Kedua korban tewas akibat disiram air keras.
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo menyebut pelaku kabur melarikan diri menggunakan ojek online (ojol) usai menyiram istri dan anaknya.
"Pelaku langsung lari kabur dengan menggunakan ojek online," kata Ardhie dalam keterangan tertulis, Selasa (27/12).
Ardhie menyebut peristiwa itu terjadi pada Senin (26/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah disiram air keras oleh R, kedua korban lari keluar rumah sambil berteriak meminta bantuan tetangga.
"Korban keluar rumah dan berteriak minta tolong kepada tetangganya bahwa dirinya telah disiram oleh suami menggunakan air keras sehingga mengenai badannya dan anaknya," ucapnya.
Setelah itu, tetangga korban membawa SS dan KM ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.
Sampai saat ini, belum diketahui motif R menyiram istri dan anaknya hingga tewas. Polisi juga masih memburu pelaku.
"Untuk ibu kena bagian muka dan tangan sebelah kiri. Anaknya 1 tahun, kena di bagian dada tapi sebelah kanan. Sempat dirawat. Hingga akhirnya anaknya meninggal sebelum Maghrib. Ibunya meninggal sekitar setengah 9-an (malam)," ujar Ardhie.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2176 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2028 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1506 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1391 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli