Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Suardi Dikudeta, Suheng Naik Jabatan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang Pilgub Bali mendatang, jagat perpolitikan di Jembrana pun semakin memanas. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jembrana, Ketut Suardi dicopot dari jabatannya, lantaran manuver politiknya di luar partai yang dianggap tidak ikut mengamankan rekomendasi DPP PDIP seputar pasangan yang diusung pada Pilgub bulan Juli mendatang.
Salah satu anggota Fraksi PDIP DPRD Jembrana, Putu Dwita yang ditemui Selasa (26/2) di Sekretariat DPRD Kabupaten Jembrana membenarkan Suardi telah dicopot dari jabatannya sebagai ketua fraksi. “Sesuai hasil rapat tertutup anggota Fraksi PDI-P, anggota
kami sepakat Suardi diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Fraksi PDI-P. Selanjutnya Suardi hanya menjadi anggota saja,” ujar Dwita yang juga Ketua Komisi A DPRD Jembrana. Ketika ditanya siapa pengganti Suardi, Dwita mengatakan Suheng-lah yang akan menggantikan posisi Suardi. “Kami mempercayakan posisi tersebut dijabat oleh Suheng,” lanjut Dwita.
Sementara itu, Suheng Kusuma Yasa yang juga Ketua Komisi B DPRD Jembrana, mengaku siap mengemban tugas yang telah diberikan kepadanya. “Apapun yang diamanatkan oleh partai, saya selalu siap mengembannya,” ujar Suheng.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun