Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Sudikerta: Yadnya Harus Tulus dan Dibarengi Perilaku Suci
Selasa, 3 Januari 2017,
06:00 WITA
Follow
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menghadiri rangkaian karya di Pura Dalem Desa Pakraman Keduran, Banjar Dinas Keduran, Buleleng. [ist]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta didampingi Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Bali A.A Gede Geriya, Senin (2/01) pagi menghadiri rangkaian karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mendem Pedagingan, Malik Sumpah Utama di Pura Dalem Desa Pakraman Keduran, Banjar Dinas Keduran, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng.
Dalam kesempatan tersebut, Sudikerta mengatakan jika pelaksanaan ritual yadnya harus menyesuaikan dengan kemampuan tanpa harus memaksakan untuk bisa terlihat mewah. Lebih dari itu, yadnya juga harus dilaksanakan dengan tulus sehingga berjalan baik dan lancar sesuai yang diharapkan.
Ditambahkan Sudikerta, dalam pelaksanaan sebuah yadnya juga harus dibarengi dengan perilaku yang suci dengan berlandaskan Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir yang suci (Manacika), berkata yang benar (Wacika) dan berbuat yang jujur (Kayika). Ketiganya merupakan etika dalam agama Hindu yang akan memberikan tuntunan dan jalan menuju pada kedamaian terhadap yadnya itu sendiri.
“Pelaksanaan Yadnya juga harus berlandaskan Tri Kaya Parisuda yang akan memberikan tuntunan kepada kita semua untuk menuju kedamaian, karena pada hakekatnya hanya dari adanya pikiran yang benar akan menimbulkan perkataan yang benar sehingga mewujudkan perbuatan yang benar pula,” ujar Sudikerta dalam Sambrama Wacana singkatnya dibawah guyuran hujan.
Lanjut Sudikerta, Yadnya bukanlah sekedar upacara keagamaan semata, lebih dari itu yadnya merupakan bentuk sujud bhakti kepada Hyang Widhi. Untuk itu, dalam pelaksanaan yadnya yang dilaksnakan memiliki kualitas Satwika Yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan dasar utama sradha bakti, lascarya, dan semata melaksanakan sebagai kewajiban serta berdasarkan dengan sastra agama.
Apapun bentuk yadnya yang dilakukan seperti persembahan, pengendalian diri, punia, maupun jnana jika dilandasi bakti dan tanpa pamrih maka tergolong Satwika Yadnya dan niscaya karya tersebut akan berjalan dengan sangat hikmat, pungkasnya.
Tak hanya itu, Sudikerta juga berharap agar Umat bisa mengerti atau memahami seperti apa karya yang dilaksanakan, karena selama ini banyak yang hanya mengikuti proses karya akan tetapi tidak mengetahui makna karya itu sendiri.
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
04
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026