Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Sulinggih dan Pemangku di Gianyar Disuntik Vaksin Booster
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ratusan sulinggih dan pemangku di Kabupaten Gianyar memperoleh suntikan vaksin covid-19 dosis ketiga atau booster pada Rabu (26/1). Kegiatan digelar terpusat di Taman Prakerti Buana di Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar.
Pemilik Taman Prakerti Buana, Ida Bagus Mangku Putu Adi Supartha mengatakan merasa terpanggil untuk memfasilitasi vaksinasi booster bagi Sulinggih. Karena situasi pandemi masih merebak.
Di sisi lain, aktivitas sulinggih dalam pelayanan umat tetap berlangsung. Bahkan sering berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga diharapkan dengan vaksinasi booster ini terwujud kekebalan tubuh masing-masing.
“Kami gelar disini sebagai bentuk penghormatan pada Ida Sulinggih,” ujarnya.
Selama kegiatan, pihak penyelenggara memberikan tempat yang nyaman. “Kami sediakan pelayanan dan tempat tunggu yang nyaman. Supaya beliau bisa menunggu antrian dengan nyaman,” ujarnya.
Selama kegiatan, hadir Asisten III Pemkab Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ida Komang Upeksa hingga Ketua PHDI Gianyar, I Wayan Ardana.
Termasuk pengamanan dari unsur kepolisian juga hadir. Petugas kesehatan menyiapkan vaksin dengan merk Astra Zeneca 20 vial, moderna 2 vial dengan sasaran 400 orang.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4019 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1385 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 737 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun