Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Tamba Kritisi Kampus, Agar Lebih Agresif Melakukan Riset
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Krisis riset di kalangan perguruan tinggi memang telah menjadi masalah nasional. Belum lama ini, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Muhammad Dimyati, mendorong perguruan tinggi (PT) untuk berani melakukan riset. Menurut dia, seperti dikutip dari beritasatu.com, persoalan mendasar bangsa Indonesia saat ini adalah kurangnya percaya diri untuk melakukan riset.
[pilihan-redaksi]
Di Bali, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali I Nengah Tamba, juga mendorong kampus untuk lebih agresif dalam melakukan riset serta kajian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Tamba, jangan sampai civitas akademi justru baru bergerak setelah ada kasus yang ramai dibicarakan publik. Bahkan yang lebih buruk lagi, kampus justru baru melakukan riset atau kajian setelah diminta oleh lembaga pemerintah.
"Mestinya lebih peka, lebih agresif, jangan ide malah selalu dimulai masyarakat atau lembaga pemerintah, begitu ada gagasan yang menarik demi Bali, kampus harus bergerak cepat," ujar Tamba, di Denpasar, Selasa (23/7/2019).
Politikus Partai Demokrat asal Bumi Makepung Jembrana itu pun mendorong seluruh civitas akademika di Bali, agar lebih mengasah lagi kepekaan sesuai dengan perkembangan. Apalagi di Bali ini, ada banyak persoalan yang membutuhkan kajian serius.
[pilihan-redaksi2]
"Banyak yang perlu diriset, misalnya masalah sosial, tepatkah masyarakat kecil berjibaku dengan ongkos tinggi mempertahankan adat dan budaya Bali? Juga bagaimana dengan petani yang selalu merugi di musim panen? dan masih banyak lagi hal lainnya yang membutuhkan perhatian serius kampus," ujar Tamba yang kandidat calon Bupati Jembrana ini.
Jika kampus mampu melakukan hal ini, menurut dia, maka hal tersebut merupakan implementasi riil pengabdian masyarakat. Itu merupakan sebuah kebanggaan dari sekadar mendapatkan nilai tinggi di kampus.
"Harus bangga menjadi dosen, menjadi guru, tetapi harus kedepankan riset dan kajian, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Jangan hanya sibuk memberi kuliah, berteori, fotokopi soal-soal atau rutinitas lainnya," pungkas Tamba. (gus)
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 287 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 217 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 212 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 191 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 186 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar