Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Tank Israel Tembaki Lokasi Pengungsian di Gaza, 9 Tewas 75 Terluka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sembilan orang tewas usai tank Israel menembak tempat pengungsian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Khan Younis Gaza pada Rabu (24/1).
"Dua peluru tank menghantam gedung yang menampung 800 orang. Kini 9 orang tewas, dan 75 orang terluka," kata Thomas White, Direktur UNRWA di Gaza, dikutip AFP.
Kepala UNRWA Philippe Lazzarini, mengutuk serangan itu. Dia menyebut jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah.
Sebelumnya White menyebut pusat pelatihan UNRWA telah diserang, gedung-gedung terbakar dan banyak korban jiwa.
Dalam siaran langsung Al Jazeera, terlihat api berkobar dan asap tebal membumbung keluar dari gedung. Lazzarini sebelumnya menyebut tempat penampungan yang sama rusak akibat operasi militer.
Serangan brutal juga dilaporkan terjadi di dekat rumah sakit di Khan Younis pada Rabu kemarin.
Kantor media pemerintah kelompok Hamas mengatakan puluhan tank Israel mengepung rumah sakit Nasser dari semua sisi.
Lebih dari tiga bulan agresi Israel di Palestina, jumlah korban tewas terutama perempuan dan anak-anak terus bertambah.
Hingga kini dilaporkan sebanyak 25.700 orang di Gaza telah meninggal dunia akibat genosida Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2115 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1246 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 902 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 826 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 648 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun