Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Teba Modern Kurangi Timbunan Sampah di Bangli, Volume ke TPA Turun Drastis
BERITABALI.COM, BANGLI.
Penerapan teba modern menjadi salah satu inovasi positif dalam upaya mempermudah pengolahan sampah berbasis sumber, sehingga dapat meminimalisir timbunan sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Seperti di Kabupaten Bangli, sejak diintensifkan penerapan teba modern di lingkungan OPD, sekolah, hingga desa dan kelurahan, volume sampah yang dikirim ke TPA kini semakin berkurang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, pada Rabu (16/10/2025) mengatakan progres penerapan teba modern di Bangli mengalami peningkatan yang cukup signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang akan dibuang ke TPA.
“Dari awal penerapan teba modern, pengurangan sampah hanya mencapai 670 kilogram per hari, kini sudah meningkat signifikan mencapai 30 meter kubik per harinya,” ujarnya.
Baca juga:
Desa di Karangasem Gencar Bangun Teba Modern
Menurutnya, pencapaian ini merupakan hal yang sangat baik dan menandakan bahwa penerapan teba modern telah berjalan efektif. Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah berbasis sumber juga terus meningkat.
“Dengan kesadaran bersama terkait pengolahan sampah berbasis sumber, permasalahan sampah yang selama ini sangat susah ditangani bisa terselesaikan,” kata I Putu Ganda Wijaya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 269 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 189 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 170 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun