Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Tekan Inflasi di Buleleng dengan Konsep B2B dan G2G
BERITABALI.COM, BULELENG.
Guna memecahkan masalah inflasi di Kabupaten Buleleng, Bali, konsep Business to Business (B2B) dan Government to Government (G2G) bisa dilakukan.
“B2B dan G2G merupakan solusi jangka pendek,” ucap Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho saat ditemui usai melakukan pemaparan dihadapan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di Ruang Rapat Lobi Kantor Buleleng, Kamis (16/9).
Trisno Nugroho menjelaskan solusi yang bisa digunakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam menekan laju inflasi. Solusi tersebut antara lain dengan produksi sebagai solusi jangka panjang serta B2B dan G2G dalam jangka pendek. Dengan konsep B2B dan G2G tersebut, kerjasama antar daerah bisa dilakukan. Dalam bentuk antar kabupaten di Bali maupun antar provinsi. Jika antar provinsi, tentunya BI bisa melakukan fasilitasi karena ada cabang BI di provinsi lain.
“Bapak Bupati dengan Bupati daerah lain bisa kerjasama. Bisa dalam bentuk koperasi, BUMN, BUMD, atau juga swasta. Untuk bisa mendukung apa yang kurang di Buleleng ini dalam jangka pendek,” jelasnya.
Dalam kerjasama tersebut, digitalisasi menjadi penting. Penjualan barang-barang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang Buleleng yang terlibat bisa dilakukan di daerah lain dengan digitalisasi ini. Dukungan dari pemerintah tentunya sangat diperlukan dalam percepatan penerapan digitalisasi. Agar ekonomi di Buleleng secara perlahan bisa pulih dan bangkit.
“Saya berterimakasih Bapak Bupati mau mendukung apa yang kita mau bantu agar ekonomi Buleleng bisa perlahan-lahan kembali, Covid-19 melandai, kita sama-sama prokes ketat. Buleleng kabupaten yang bagus dan indah ini bisa kembali lebih cepat lebih baik,” ujar Trisno Nugroho.
Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyampaikan apresiasi kepada BI Provinsi Bali yang telah terus membantu meningkatkan perekonomian di Buleleng. Ada beberapa solusi yang diberikan untuk meningkatkan perekonomian dan juga menekan inflasi.
“Kami akan coba segala solusi yang diberikan untuk menekan laju inflasi di Buleleng,” kata dia.
Menurutnya, segala masukan dan arahan yang diberikan sangat sederhana. Bagaimana menekan hal-hal yang dapat memacu inflasi. Seperti apa yang diterapkan dalam konsep B2B dan G2G. Bisa antar kabupaten di Bali atau antar provinsi di luar pulau. Ini akan dipercepat melalui digitalisasi ekonomi. Kegiatan-kegiatan ekonomi bisa dilakukan secara digital. Termasuk memasarkan produk-produk dari Buleleng ke luar daerah.
“Yang jelas bagaimana mengurangi inflasi dengan pertambahan permintaan itu,” tutup Agus Suradnyana.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4019 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1385 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 737 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun