Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Terhempas Arus Kuat, Begini Kronologis KMP Yunicee Tenggelam

Kamis, 1 Juli 2021, 22:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Begini kronologis KMP Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Setelah peristiwa tenggelamnya KMP Yunicee di Pelabuhan Gilimanuk, Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan Irjen Pol Drs Budi Setiyadi melaksana jumpa pers terkait bertempat di Ruang VIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (30/06/2021).

Pelaksanaan jumpa pers tersebut dilakukan Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan didampingi oleh Polair Mabes Polri, Basarnas Bali, Direktur Oprasional Jasa Raharja, TNI AL, dan pihak ASDP. Irjen Pol Drs Budi Setiyadi menjelaskan, pihaknya langsung datang ke TKP untuk menjelaskan kejadian tersebut. 

Budi Setiyadi menceritakan kronologisnya, kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 17.29 WIB. Kemudian sekitar 500 meter sebelum sampai di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Kapal tersebut terkena arus yang cukup kuat kemudian terhempas di lambung sebelah kanan, sehingga kemiringan sampai 5 derajat selanjutnya 10 derajat dan tenggelam.

"Dari informasi Dir Polair Polda Bali, kapal ini tenggelam sekitar pukul 19.06 WITA. Kapal ini dibuat sekitar tahun 1992. Docking terakhir pada 14 Desember 2020, jadi sudah hampir 1 tahun ini beroperasi. Semua kapal harus melakukan docking selama 1 tahun sekali," terangnya.

Budi Setiyadi menjelaskan, sekitar 10 penumpang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk, diantara ke sepuluh orang tersebut, 7 orang meninggal dunia dan 3 orang selamat. Jadi jumlahnya 46 orang. Sementara 11 orang yang dilaporkan oleh masyarakat di posko Gilimanuk ini tidak ada dalam manifes.

"Kemungkinan kalau kita kualifikasi apakah merupakan penumpang atau di luar penumpang itu sendiri, kemudian berikutnya yang sudah diselamatkan ada sekitar 36 orang, di Gilimanuk ada 3 orang jadi sekitar 39 orang, yang meninggal dunia sekitar 7 orang," terangnya.

Jumlahnya terdaftar di manifis sebanyak 41 orang, untuk awak kapalnya sendiri, nahkoda dan juga yang lain jumlahnya 13 orang, dan 3 orang bekerja di kantin. Keseluruhan di dalam manifies berjumlah 57 orang.  Untuk di hari kedua, petugas gabungan Basarnas masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kapal KMP Yunicee tenggelam. 

Proses pencarian tersebut juga dibantu Mabes Polri dengan mengerahkan kapal termasuk peralatan ROV dengan sonar 2G dan di back up kapal dari Polda Bali dan Jatim. Selain itu TNI AL juga menurunkan 2 KRI diantara KRI Rigel dan juga KRI Soputan. 

"Perjalanan kali ini, saya diminta bapak menteri perhubungan melakukan evaluasi secara konferensif terhadap tata kelola bisnis proses dari penyeberangan ini. Ini jadi memontum kita untuk memperbaiki, terkait perlengkapannya dan sebagainya, dan juga untuk mengecek tahun pembuatan kapal tersebut," jelasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami