Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tiap 3 Hari, 1 Orang Bunuh Diri di Bali

Baturiti

Minggu, 10 Agustus 2008, 14:52 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Dari tahun 2003 hingga bulan Mei 2008 terdapat 952 orang Bali yang mati sia-sia karena bunuh diri. Jumlah ini cukup tinggi karena jika dirata-rata, satu kasus bunuh diri terjadi setiap 3 hari sekali.



Hal ini disampaikan Psikiater kondang Bali, Prof Dr LK Suryani SPKjK, di Wantilan Desa Angsri, Baturiti,Tabanan.

Suryani menuturkan, kasus bunuh diri di Bali mulai marak tahun 1988 sampai 1990. Namun antara tahun itu masyarakat Bali baru pada tahap percobaan bunuh diri.

"Banyak yang tidak mati,karena menggunakan cairan pestisida seperti obat nyamuk dan lain sebagainnya, dalam kasus percobaan bunuh diri kala itu," jelasnya.

Modus itu mulai hilang di tahun 2000 hingga sekarang, karena kebanyakan pelaku melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri, sehingga tingkat kematiannya, tinggi sekali.



"Dari data yang ada tahun 2003 sampai Mei 2008, ada sekitar 952 orang Bali mati sia-sia, atau dalam 3 hari satu orang mati dengan cara bunuh diri di Bali,"jelasnya.



Menurut Suryani, bunuh diri di Bali disebabkan beberapa hal mulai dari himpitan ekonomi, frustasi, dan sebab lainnya. "Peran keluarga sangat penting dalam menekan angka bunuh diri," tegas Suryani.

Kasus bunuh diri tidak hanya dilakukan kalangan tertentu atau dewasa, tapi anak-anak juga sudah mengambil jalan tersebut. "Bagi orang tua yang memiliki anak ABG (usia sekolah) hendaknya lebih memantau perkembangan anak-anaknya. Ajak si anak bicara, ngobrol, anggap dia sebagai sahabat dan teman, jika si anak berbuat salah jangan langsung memarahinya," sarannya.

Bagi orang tua yang memiliki anak di usia belia, juga diminta untuk biasakan memberikan cerita sebelum tidur. "Karena hal itu sangat penting membangun jiwa dan mental anak kelak ketika dia dewasa," tambah Suryani.

Suryani menyindir sikap kebanyakan orang tua sekarang yang sibuk mencari nafkah namun kasih sayang anak terabaikan. "Perhatikanlah perkembangan anak anda sejak usia dini, karena kualitas orang Bali sangat ditentukan oleh peran orang tua, ciptakanlah generasi Bali yang tangguh mampu bersaing dan bermoral," pungkasnya. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami