Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tidak Punya Biaya, Orang Tua Hentikan Pengobatan

Senin, 12 Juli 2010, 16:42 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Masyarakat Tabanan yang menderita klep jantung bocor bukan saja I Gde Agus Angga bocah (1,5) tahun asal Banjar Asah Tegah, Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan. Nasib serupa dialami oleh I Wayan Bayu Pebriana (14) yang tinggal di Banjar Yeh Silah , Desa Naga Sari, Kecamatan Selemadeg Barat.Karena kondisi ekonomi orang tuanya yang pas-pasan sebagai buruh kebun, membuat orang tua Bayu menghentikan pengobatannya. 

Bayu yang kini baru lulus kelas VI SD tidak melanjutkan ke SMP karena orang tuanya tidak tega melihat kondisi badanya yang lemah akibat menderita jantung bocor sejak berusia satu tahun silam.

Anak saya tidak dapat berjalan lama, baru melangkah sepuluh meter saja napasnya sudah tesengal-sengal, jelas orang tua Bayu I Made Mustika (38) didampingi istrinya Ni Wayan Musni.

Menurut penuturan Mustika, dipilihnya jalan untuk tidak melanjutkan sekolah Bayu, karena jarak sekolah dengan rumahnya cukup jauh. Disamping itu medan jalan yang menanjak juga menjadi masalah bagi Bayu jika ingin
pergi dan pulang sekolah.

Saya dan istri saya harus bekerja sebagai buruh di kebun, tidak sempat mengantar Bayu ke sekolah. Sedangkan kalau dibiarkan sekolah sendiri Bayu tidak kuat. Kalau dia berjalan beberapa meter saja napasnya sudah tersengal-sengal, jelas Mustika lirih. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan Bayu di tingkat SMP.Mustika menceritakan, Bayu anaknya lahir di tempat seorang bidan di Bajera tahun 1996 silam dinyatakan dalam kondisi baik dan sehat.

Namun saat Bayu berumur satu tahun, Bayu mulai sakit-sakitan. Pernah suatu saat badanya panas, jari tangannya membiru, dan kepalanya sering sakit. Ia pun berobat ke Puskemas, dan dokter serta Rumah Sakit Tabanan.

Selama dua tahun kondisi Bayu tidak membaik, ia kemudian disarankan untuk kosultasi ke RSUP Sanglah. Setelah konsul di RSUP Sanglah tahun 1998, Bayu dinyatakan menderita klep jantung bocor. Saat itu saya diberi masukan jalan satu-satunya operasi dan dimintai biaya Rp 70 Juta,jelasnya.

Saat itu informasi yang diterimanya bahwa operasi akan dilangsungkan di luar negeri yakni Malaysia. Itupun hasilnya belum pasti sembuh, tambahnya.

Karena biaya yang tinggi dan mahal. Sebagai buruh kebun ia dan istirnya memutuskan untuk mengobati Bayu dengan obat seadanya dari dokter. Saat itu ia memutuskan untuk kontrol satu kali setiap bulannya.

Waktu itu sekali kontrol ke Denpasar menghabiskan biaya Rp 40 ribu, sambungnya.Lagi-lagi kebentur biaya, Bayu hanya kontrol empat kali saja.Saat kontrol diberi obat, dan mampu menenangkannya dari rasa sakit, tapi kalau obatnya habis ia kembali merasakan sakit yang luar biasa, jari tangan dan bibirnya nya membiru, katanya.

Pada tahun 2002, Bayu lagi harus dirawat di RSUP Sanglah selama sembilan hari .Meski kodisinya belum pulih, karena kekuarangan biaya, Bayu saya ajak lagi pulang ke rumah, jelasnya lagi.Pada tahun 2007, ia sempat mendengar informasi di RSUD Tabanan akan dilaksanakan operasi jantung gratis tapi dengan syarat menyertakan Jamkemas dan surat miskin.

Setelah saya lengkapi semua persyaratannya, dan cek ke RSUD Tabanan ternyata tidak semua gratis, dan saya harus menyediakan uang minimal Rp 16 juta saat itu, katanya.Ia yang hanya sebagai buruh kebun tidak mampu menyediakan uang yang disyaratkan itu dan memilih untuk memberikan obat seadanya bila penyakit jantunya Bayu
kambuh.

 

Sebagai orang kecil kami bisa pasrahkan semuanya kepada Yang Kuasa,jelasnya sembari memohon bantuan bagi orang yang mampu maupun pemerintah agar dapat meringankan sakit yang diderita buah hatinya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami