Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Tidak Sekedar Menghibur, Teater Juga Selalu Memberi Teror Mental
Selasa, 21 Agustus 2018,
01:14 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar, Teater tak hanya sekadar menghibur, melainkan teater selalu memberi teror mental. Itulah prinsip yang dipegang kukuh oleh sastrawan Putu Wijaya dalam menciptakan karya-karyanya. JPRUTT adalah salah satu teror mental yang disuguhkan Putu Wijaya untuk para penikmat teater yang telah hadir di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar , Minggu malam (19/8).
[pilihan-redaksi]
“Saya ingin membuat penonton berpikir, sampai rumah mereka semua berpikir bahwa inilah hidup, inilah yang dialami negeri ini,” jelas Putu Wijaya terhadap filosofi dari teror mental.
“Saya ingin membuat penonton berpikir, sampai rumah mereka semua berpikir bahwa inilah hidup, inilah yang dialami negeri ini,” jelas Putu Wijaya terhadap filosofi dari teror mental.
JPRUTT yang pertama kali dipentaskan pada Bentara Budaya Jakarta ini mengilhami sebuah realita, bahwa kesetaraan adalah kunci utama dalam kehidupan. Menurut Putu Wijaya, kesalahan yang dilakukan individu maupun suatu bangsa tak patut apabila hanya menjadi tanggungan bangsa itu saja. “Jangan merasa bahwa kita paling benar, jangan hanya melihat kesalahan kita,” tegas Putu Wijaya.
Malam terasa kian mencekam ketika sejurus teror mental mencuat akibat kesalah pahaman antara Pak Amat, Ami (anak Pak Amat-red), dan Prof Co. Ketidak mampuan Pak Amat dalam berbahasa Inggris mengharuskan dirinya hanya mendengar penuturan sang anak Ami saat Prof Co seorang profesor dari luar negeri. Surat yang berisi kritik terhadap bangsa ini, seperti rakyatnya yang malas dan kritik lainnya adalah buatan Ami secara seutuhnya yang akan dikirim ke sebuah harian lokal.
Namun, surat itu dikira Pak Amat sebagai terjemahan dari Prof Co terhadap Indonesia, khususnya Bali. Pak Amat yang kesal, memarahi Prof Co dan Prof Co yang telah mempelajari bahasa Indonesia pun mengelak bahwa bukan dirinya yang menulis surat itu. Kemunculan Ami pun menjelaskan segalanya, bahwa surat yang berisi terjemahan Prof Co masih dalam genggaman Ami. Kesalah pahaman ini pun berakhir dengan penjelasan Ami yang dibarengi dengan kedatangan istri Prof Co yang menjemput Prof Co untuk kembali ke negara asalnya.
[pilihan-redaksi2]
Menonton pertunjukan teater Putu Wijaya layaknya bermain roller coster. Naik turun perasaan penonton dibuat oleh sastrawan maestro ini. Tertawa, tegang, dongkol semua lengkap dirasakan. Naskah yang apik nan otokritik dari Putu Wijaya ini tentunya didukung oleh sederet pemain kenamaan diantaranya Niniek L Karim, Jose Rizal Manua, Bambang Ismantoro, Ulil el Nama, Ari Sumitro, Rukoyah dan segenap kru yakni Artistik oleh Ari Sumitro dan Tim Teater Mandiri, Tata Musik oleh Ramdhani, Tata Lampu oleh Ari Sumitro dan Tim Teater Mandiri, Tata Rias oleh Penny Muhaji, Pimpinan Produksi oleh Dewi Pramunawati, dan Asisten Produksi oleh Cahya Kariza, Elvis.
Menonton pertunjukan teater Putu Wijaya layaknya bermain roller coster. Naik turun perasaan penonton dibuat oleh sastrawan maestro ini. Tertawa, tegang, dongkol semua lengkap dirasakan. Naskah yang apik nan otokritik dari Putu Wijaya ini tentunya didukung oleh sederet pemain kenamaan diantaranya Niniek L Karim, Jose Rizal Manua, Bambang Ismantoro, Ulil el Nama, Ari Sumitro, Rukoyah dan segenap kru yakni Artistik oleh Ari Sumitro dan Tim Teater Mandiri, Tata Musik oleh Ramdhani, Tata Lampu oleh Ari Sumitro dan Tim Teater Mandiri, Tata Rias oleh Penny Muhaji, Pimpinan Produksi oleh Dewi Pramunawati, dan Asisten Produksi oleh Cahya Kariza, Elvis.
Dalam perjalanannya, selaku Pimpinan Produksi, Dewi Pramunawati pun mengharapkan agar Teater Mandiri yang berada dalam naungan Putu Wijaya pun dapat senantiasa memberi hiburan sekaligus pesan kepada para penikmat seni teater. “Yang terpenting semoga Teater Mandiri bisa terus memberi teror mental untuk para penonton,” ujar Dewi dengan tawa kecil. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026