Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Tikus Serang Belasan Hektar Padi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Meski telah menggelar upacara ngaben tikus, namun serangan binatang ini tetap saja mengganas. Sekitar 15 hektar padi di Subak Gubug, Tempek Beji, Tabanan gagal panen karena dimakan tikus.
Pengurus subak setempat, Ketut Radika, Kamis (7/1) mengatakan serangan tikus sudah ada sejak padi petani berumur 1, 5 bulan.
Puncaknya, padi yang siap dipanen malah dikoyak dimakan hingga petani tidak mendapatkan hasil.
Berbagai cara telah dilakukan petani, mulai dari melakukan kegiatan secara keagamaan hingga penebaran racun tikus. Hasilnya hanya beberapa saja tikus yang mati.
Akibat serangan tikus, masing-masing petani mengalami kerugian Rp 3 Juta per hektarnya. Karena merugi, banyak petani di desanya beralih kerja pada sektor buruh bangunan, karena telah hilang harapan untuk menikmati panen padi.
Guru Sri Astiti petani lainnya mengatakan, petani di wilayahnya, telah empat kali melaksanakan kegiatan tebar racun dengan dana dari kas subak sebesar Rp 2 Juta dari swadaya para petani.
Tebar racun tersebut ternayata tidak maskimal, tikus malah mengganas. Dikatakannya, bukan hanya padi yang dikoyak tikus, sayuran seperti gondo, pare, terong, kacang juga ludes dikoyak tikus.
Petani setempat pun merasa semua hasil tanamannya telah rusak dan tidak menghasilkan yang menyebabkan petani malas menggarap sawahnya. Selain menebar racun tikus, ada juga petani yang mengurung areal pesawahannya dengan plastik. Namun upaya itu juga tidak maksimal.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan