Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Titik Nol Singaraja Resmi Bernama Praja Mandala Singa Ambara Raja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi menetapkan Praja Mandala Singa Ambara Raja sebagai nama kawasan Titik Nol Kota Singaraja. Penetapan tersebut merupakan hasil sayembara yang diikuti sebanyak 868 peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, sayembara penamaan kawasan Titik Nol Kota Singaraja resmi ditutup pada Selasa (28/7) malam. Dari ratusan usulan yang masuk, nama Praja Mandala Singa Ambara Raja dinilai paling memenuhi unsur sejarah, budaya, dan filosofi yang merepresentasikan identitas Buleleng.
"Yang terpilih adalah nama Praja Mandala Singa Ambara Raja," ujar Sutjidra, Rabu (29/7).
Pemenang sayembara tersebut adalah Kadek Dika Wirawan, mahasiswa Institut Mpu Kuturan Singaraja. Atas gagasannya, ia berhak menerima hadiah sebesar Rp5 juta yang dijadwalkan diserahkan pada rangkaian Buleleng Festival 2026 pada Agustus mendatang.
Menurut Sutjidra, proses pemilihan nama dilakukan secara selektif. Seluruh usulan terlebih dahulu dikaji oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng bersama tokoh masyarakat serta tokoh puri untuk memastikan nama yang dipilih memiliki nilai historis dan budaya yang kuat.
"Usulan nama dari ratusan peserta dikaji oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama tokoh masyarakat dan tokoh puri," jelasnya.
Ia menambahkan, nama Praja Mandala Singa Ambara Raja mengandung filosofi sebagai pusat pemerintahan yang berwibawa dengan semangat kepemimpinan Panji Sakti yang visioner, tangguh, serta mampu mengayomi masyarakat.
"Nama ini memiliki filosofi sebagai pusat pemerintahan yang berwibawa, berlandaskan semangat kepemimpinan Panji Sakti yang visioner, kuat, dan mengayomi masyarakat," katanya.
Nama tersebut mulai digunakan bersamaan dengan peresmian kawasan Titik Nol Kota Singaraja pada Rabu (29/7). Meski demikian, penataan tulisan nama di kawasan tersebut masih akan disesuaikan agar selaras dengan konsep estetika dan tata ruang kawasan.
"Nanti penempatannya kami atur lagi. Kami serahkan kepada yang lebih memahami agar terlihat indah dan sesuai kepatutannya," ujar Sutjidra.
Ke depan, Pemkab Buleleng juga berencana menghidupkan kawasan Titik Nol Kota Singaraja sebagai ruang publik yang aktif melalui berbagai kegiatan seni dan budaya. Salah satu agenda yang disiapkan adalah penampilan kelompok musik Suara Senja bersama musisi asal Buleleng yang kini berkarya di Denpasar, sehingga kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi baru di jantung Kota Singaraja.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan