Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 28 September 2026
Toko Tiongkok "Kucing-Kucingan", Komite China DPP ASITA Minta Pemprov Bali Segera Bentuk Satgas
Selasa, 27 November 2018,
22:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komite China DPP "Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita)", Chandra Salim, meminta kepada Pemerintah Propinsi Bali untuk segera membentuk Satgas Khusus yang bertugas menertibkan keberadaan travel atau biro perjalanan wisata serta toko ilegal yang beroperasi di wilayah Bali.
"Pemerintah provinsi Bali harus segera membentuk satgas dengan payung hukum yang kuat untuk menertibkan travel dan toko ilegal yang menyasar pasar wisatawan Tiongkok (China). Ini sangat merugikan para pelaku usaha pariwisata yang berbisnis secara resmi dan juga pariwisata Bali secara keseluruhan," ujar Chandra di Denpasar, saat dihubungi Beritabali.com via sambungan telpon, Selasa (27/11/2018).
Chandra mengatakan, meski Gubernur Bali sudah menyatakan akan menindak tegas Toko Tiongkok ilegal dan biro perjalanan ilegal asal Tiongkok di Bali, namun faktanya masih ada toko dan travel ilegal yang main "kucing-kucingan" di wilayah Kuta dan sekitarnya.
"Kita sudah aktif melakukan pemantauan di lapangan, misalnya kita pantau toko "O" di wilayah Kedonganan dan Toko "M" di Nusa Dua, dua toko Tiongkok ini kita pantau karena ada laporan masih buka melayani tamu Tiongkok, padahal pak Gubernur sudah tegas melarang toko toko ilegal seperti ini," jelas Chandra.
Chandra menegaskan, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cokorda Artha Ardana Sukawati juga telah meminta pihak-pihak terkait agar segera menertibkan biro perjalanan wisata (BPW) ilegal yang menyasar tamu asal China. Selain ilegal, BPW ini juga menjual paket perjalanan wisata ke Bali dengan harga yang sangat murah dan tidak wajar.
Gubernur Bali juga telah meminta agar toko-toko ilegal yang banyak ada di wilayah Kuta ditertibkan. Toko ilegal ini menjual oleh-oleh khas Bali kepada tamu asal China, namun barang yang dijual semua berasal dari China, bukan buatan para pengrajin Bali.
"Kami sangat hargai dan respek dengan langkah-langkah yang telah diambil pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur, tapi langkah awal yang sudah dilakukan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali ini belum efektif, masih ada yang main "kucing-kucingan" (tetap beroperasi) di lapangan. Travel (biro perjalanan wisata) liar masih beroperasi secara ilegal dengan membawa tamu asal Tiongkok. Demikian juga toko oleh-oleh yang menjual barang asal Tiongkok juga masih beroperasi secara "kucing-kucingan" di wilayah Kuta dan sekitarnya,"ujar pengusaha kayu gaharu ini.
Chandra meminta agar Satgas Khusus yang bertugas menertibkan BPW dan toko ilegal ini segera dibentuk secara resmi oleh Pemerintah Propinsi Bali dan segera menjalankan tugasnya. Karena jika tidak demikian, maka keberadaan BPW dan toko ilegal dengan target pasar wisatawan China ini akan terus bermunculan dan beroperasi di Bali.
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8489 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3656 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2484 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026