Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tokoh Masyarakat Pulukan Mengaku Tidak Tahu
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus penebangan kayu di hutan lindung yang dilakukan oleh Perbekel Pulukan, I Wayan Armawa rupanya tanpa persetujuan oleh tokoh masyarakat maupun BPD. Padahal Armawa pernah menyampaikan kalau penebangan kayu tersebut sudah atas persetujuan BPD dan tokoh masyarakat.
Ujang Herman, salah seorang anggota BPD Pulukan mengungkapkan sejak awal pihaknya tidak pernah dilibatkan terkait dengan penebangan kayu di hutan lindung dengan maksud untuk rehab balai desa sehingga selanjutnya pihaknya tidak mau dilibatkan.
"Saya selaku anggota BPD tahunya malah dari koran. Karena sejak awal kami tidak dilibatkan tapi kok setelah ada kasus nama kami dibawa-bawa," katanya. Ujang juga menyampaikan BPD dan tokoh-tokoh masyarakat sama sekali tidak tahu adanya kejadian itu. "Kalau dari media dikatakan penebangan kayu di hutan lindung sudah atas persetujuan BPD dan tokoh masyarakat, itu tidak benar. BPD dan tokoh masyarakat sama sekali tidak tahu hal itu," tandasnya.
Mohamad Tohir, anggota BPD lainnya mengungkapkan dalam hal penebangan kayu di hutan lindung tersebut, sama sekali tidak pernah diadakan rapat dengan BPD apalagi dengan tokoh masyarakat. "Apa yang dikatakan perbekel di koran itu tidak benar hanya rekayasanya, padahal sebagian besar anggota BPD tidak pernah tahu," tandasnya.
Sumarna, salah seorang tokoh masyarakat Pulukan menyayangkan tindakan yang dilakukan perbekel tersebut apalagi dengan membawa nama-nama masyarakat. "Masyarakat Pulukan yang tidak tahu hal tersebut ikut dibawa-bawa. Saya mohon ada tindakan yang lebih jelas dari pihak yang berwenang," ujarnya.
Sukarma, tokoh masyarakat lainnya mengaku tidak tahu mengapa dalam perjalanan proyek rehab tersebut ada penebangan hutan lindung. "Setelah ada masalah, baru kami diikutkan dengan cara merapatkan warga di beberapa dusun. Kami tidak terima dengan apa yang dilakukan Perbekel tersebut," ucapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan