Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
"Traffic Light" Simpang Empat Kecicang Rusak, Ini Antisipasinya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Perhubungan Kabupaten Karangasem memasang pengumuman berupa tulisan pemberitahuan bagi para pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di Simpang Empat Kecicang, Bebandem, Karangasem.
Pemasangan pemberitahuan tersebut dilakulan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan menyusul rusaknya lampu lalu lintas atau traffic light yang ada di Simpang Empat Kecicang sejak 3 September 2021 lalu.
"Ya lampu traffic Light di Simpang Empat Kecicang pada karena ada komponen yang rusak sejak beberapa hari lalu, hari ini kita memasang banner pemberitahuan kepada pengguna jalan agar berhati - hati saat melintas," kata Kadishub Karangasem, Ida Bagus Suastika saat dihubungi Selasa (07/09/2021).
Terkait dengan kerusakan tersebut, Dishub Karangasem sendiri sudah langsung berkoordinasi dengan pihak rekanan agar bisa segera dilakukan perbaikan. Hanya saja teknisi dari pihak rekanan masih berada di luar kota sehingga proses perbaikan belum bisa segera dilakukan.
"Kita sudah langsung datangkan pihak rekanan, ternyata untuk perbaikannya dibutuhkan teknisi khusus dimana saat ini katanya masih di luar kota, kita berharap bisa secepatnya bisa diperbaiki," tandas Suastika.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4127 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun