Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Twitter Digadang Jadi Alat Propaganda China Usai Dibeli Elon Musk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Senator senior dari Virginia, Mark Warner mengungkapkan kekhawatirannya bila Twitter bisa menjadi alat propaganda China karena melihat kedekatan dan keterikatan Elon Musk dengan negara tersebut.
Menurut Warner, sumber kekayaan utama Elon Musk adalah Tesla. Tesla sangat bergantung pada Partai Komunis China untuk mendapatkan baterai sebagai sumber utama mobil listrik Tesla.
Bahkan jika mengamati cuitan Twitter Elon Musk tentang infrastruktur kenadaraan listrik di China semuanya positif. Dan komentar yang dia buat tentang infrastruktur di Eropa atau Amerika umumnya negatif.
"Saya khawatir dia menggunakan ini sebagai platform untuk mempromosikan ide-ide tersebut (komunis)," ujar Warner, dikutip dari TechCrunch, Jumat (13/1/2023).
"Saya Khawatir jika tiba-tiba Twitter melarang komentar negatif tentang Partai Komunis di Tiongkok," tambah Warner.
Diketahui Elon Musk telah menyelesaikan pengambilalihan Twitter senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 682,6 triliun, pada akhir 2022 lalu.
Musk mengatakan terkait minatnya pada Twitter bukanlah tentang menghasilkan uang. Dirinya mengklaim membeli platform media sosial berlogo burung berkicau tersebut untuk membantu umat manusia dan ingin peradaban memiliki kota digital yang sama.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1932 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1585 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun