Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Ukraina Terancam Gelap dan Beku Hingga Tahun Depan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kerusakan yang ditimbulkan pada jaringan listrik Ukraina ini telah mencapai skala yang sangat besar. Hal ini terjadi pascaserangan Rusia yang terus menargetkan infrastruktur vital itu.
CEO perusahaan energi Ukraina Ukrenegro, Volodymyr Kudrytskyi, mengatakan dalam jumpa pers Selasa (22/11/2022) bahwa serangan Rusia baru-baru ini pada dasarnya merusak semua pembangkit listrik termal dan hidrolik di seantero negeri itu.
"Tidak ada gardu yang tidak rusak untuk transportasi listrik di semua jaringan. Sayangnya, gardu besar yang signifikan mengalami lima atau bahkan hingga delapan serangan sehingga tingkat kerusakannya sangat besar," ujarnya dikutip Newsweek.
Ia mengatakan sistem transmisi membutuhkan waktu untuk menyambung kembali ke mayoritas konsumen. Untuk menstabilkan kembali transmisi, dibutuhkan waktu kurang lebih dua atau tiga hari.
"Kami tidak dapat menghasilkan daya yang cukup untuk konsumen. Butuh waktu untuk memulihkan jaringan dan untuk menjaga keseimbangan antara konsumsi fisik dan pembangkitan fisik tenaga listrik di jaringan. Jika tidak, kita berisiko mengalami keruntuhan jaringan listrik," tambahnya.
Dalam sebuah unggahan Facebook, Ukrenegro mengumumkan penutupan yang direncanakan di kota Kyiv, Chernihiv, Cherkasy, Zhytomyr, Sumy, Kharkiv, Poltava dan Donetsk mulai Selasa lalu.
Sementara itu, CEO penyedia energi Ukraina YASNO, Sergey Kovalenko, menuliskan bahwa situasinya bahkan lebih mengerikan karena musim dingin yang sangat dingin akan segera melanda negara itu.
"Meskipun pemadaman sekarang lebih sedikit, saya ingin semua orang mengerti: orang Ukraina kemungkinan besar harus hidup dalam mode mati setidaknya sampai akhir Maret," tulis Kovalenko dalam akun Facebooknya.
Ia juga menyatakan bahwa Ukraina akan mengadakan pembatasan pada distribusi listrik per hari Senin di wilayahnya. Ini mengakibatkan lebih dari 950.000 pelanggan terputus.
Rusia sendiri terus melakukan serangan ke wilayah Ukraina. Hal ini terjadi setelah militer negara itu berhasil dipukul mundur Kyiv dari beberapa lokasi yang dikuasainya di Ukraina.
Juru Bicara Kremlin Rusia, Dmitry Peskov, berdalih bahwa serangannya ke titik energi Kyiv adalah konsekuensi dari negara itu yang menolak untuk bernegosiasi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2206 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2079 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1547 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1425 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli