Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Umat Buddha Desa Mareje Laporkan Kondisi Terkini Pasca Konflik
BERITABALI.COM, NTB.
Perwakilan warga Umat Buddha Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat melakukan kunjungan silahturahmi ke Gubernur NTB, Rabu (3/8).
Selain bersilahturahmi, adapun tujuan warga Umat Buddha Desa Mareje ialah melaporkan kondisi terkini di Desa Mareje pasca konflik, pada malam takbiran, 3 Mei 2022 lalu.
Saat itu rumah salah seorang warga menjadi bahan amuk massa. Kejadian itu dipicu adanya kesalahpahaman antar warga yang ditambah dengan adanya sentimen SARA.
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, saat menerima silahturahmi tersebut berterimakasih, atas informasi yang diberikan perwakilan warga Umat Buddha Desa Mareje. Untuk segala kekurangan yang belum diselesaikan, akan menjadi atensi pihaknya.
"Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan stakeholders terkait,” tegas Gubernur.
Selantunya, perwakilan warga Desa Mareje yang sekaligus pemuka Agama, Romo Nasib, mengucapkan terimakasih atas tindakan yang dilakukan Pemprov NTB dalam membantu warga Umat Buddha Desa Mareje selama ini.
“Terimakasih saya ucapkan atas semua tindakan yang dilakukan Pemrov NTB dan pak Gubernur. Kami berharap agar semua bisa diselesaikan dengan baik dan cepat,” harapnya.
Sementara itu di kesempatan yang sama, gubernur Zul juga menerima silaturahmi perwakilan NTB Majelis Budhhayana Indonesia, Wanita Buddhis Indonesia, dan Yayasan Budhhayana Indonesia.
Silahturahmi ini terkait dengan Provinsi NTB akan diagendakan menjadi tuan rumah beberapa kegiatan organisasi umat Buddha. Diantaranya, Mukernas Majelis Budhhayana Indonesia, Rakernas Wanita Buddhis Indonesia dan Munas Sekber Yayasan Budhhayana Indonesia.
Ketua Majelis Budhhayana Indonesia perwakilan NTB, Metawadi menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2022 dan ditargetkan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 150 orang dari 26 provinsi se-Indonesia.
“Dengan senang hati dan saya siap membuka secara langsung acara tersebut," ungkap Gubernur Zulkieflimansyah saat menerima perwakilan umat Budha NTB.
Baca juga:
Dewa 19 Tutup Konser di Lombok
Gubernur juga mengatakan kepada penyelenggara agar acara tersebut tidak hanya memanfaatkan hotel saja sebagai lokasi digelarnya berbagai Raker. Melainkan juga, berbagai tempat wisata di alam terbuka bisa dijadikan alternatif penyelenggaraannya.
"Menggelar acara tak hanya di ruang tertutup, tetapi juga di ruang terbuka. Di bawah sinar matahari supaya tempat masyarakat juga hidup,” sarannya.
Hal ini dapat menghidupkan langsung perekonomian masyarakat di lokasi tempat wisata tersebut digelar dan dapat mempromosikannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3096 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2114 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun