Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Umat Hindu di Bali Masih Banyak Berputar di Tataran Ritual
Sabtu, 30 Juni 2018,
15:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyebutkan sebagian umat Hindu di Bali masih berputar-putar di tataran ritual dan spiritual, tidak banyak yang mengetahui ranah filosofi atau tatwa sehingga tidak heran banyak yang terjebak pada penekanan upacara yang justru membebani umat sendiri.
[pilihan-redaksi]
"Perlu proses perubahan yang perlahan dalam mind set masyarakat, karena sejauh saya lihat masih berputar-putar kalau tidak spiritual, ya ke ranah yang menekankan hanya pada aspek ritual," ujarnya saat Simakrama di ruang Wiswa Sabha Utama,Kantor Gubernur, Renon, Denpasar, Sabtu (30/6).
"Perlu proses perubahan yang perlahan dalam mind set masyarakat, karena sejauh saya lihat masih berputar-putar kalau tidak spiritual, ya ke ranah yang menekankan hanya pada aspek ritual," ujarnya saat Simakrama di ruang Wiswa Sabha Utama,Kantor Gubernur, Renon, Denpasar, Sabtu (30/6).
Menurutnya, upacara memang penting dilakukan namun yang perlu diutamakan adalah penyederhanaannya, bukan malah membebani masyarakat dengan biaya yang cukup besar hingga membuat miskin umat sendiri. Ia menyebutkan contoh daerah di Jembrana, dengan mengadakan upacara besar-besaran, sampai mengakibatkan sekolah SMP di wilayah pura tersebut malah tutup karena tingginya biaya proses upacara yang dipikul warga.
Justru yang perlu diperhatikan, kata dia adalah kualitas sumber daya di Bali karena kedepan lebih siap menghadapi perubahan. Bukan malah overprotektif pada aturan masyarakat adat, yang mengindikasikan kita tidak siap dan lemah dalam menghadapi dinamika perubahan. Bahkan dari sisi sosial, lanjutnya kepedulian umat terhadap sesamanya yang kurang mampu di Bali dinilai rendah.
[pilihan-redaksi2]
"Kalo membicarakan menyama braya saat ini, itu hanya ngomong tok!, buktinya banyak warga atau lansia di sekitarnya yang terlantar jarang diberikan bantuan atau peduli berbagi saat hari raya penampahan Galungan misalnya," tegasnya.
"Kalo membicarakan menyama braya saat ini, itu hanya ngomong tok!, buktinya banyak warga atau lansia di sekitarnya yang terlantar jarang diberikan bantuan atau peduli berbagi saat hari raya penampahan Galungan misalnya," tegasnya.
Sementara itu, Wayan Suata, pelaku bisnis Transportasi Online menyayangkan sikap masyarakat adat yang melarang supir online beroperasi di wilayahnya karena melanggar peraturan tingkat I dan II daerah. "Kalau ada masyarakat adat yang mengenakan sanksi denda dengan uang, bisa dikategorikan sebagai pungli," tandasnya. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8479 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3653 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2482 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026