Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Universitas di Inggris Buka Jurusan Sihir dan Ilmu Gaib
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah universitas di Inggris membuka program studi (prodi) sihir dan ilmu gaib bagi mahasiswa S2 atau pascasarjana.
Baca juga:
Rusia Serukan Israel Palestina Damai
Universitas Exeter menawarkan mahasiswa pascasarjana untuk mempelajari naga, penyihir, hingga legenda Raja Arthur dalam prodi tersebut.
Mahasiswa juga bisa belajar tentang esoterisme atau hubungan antara manusia dengan alam semesta, sihir, sihir ritual, ilmu gaib, serta topik-topik serupa lainnya.
Ilmu-ilmu itu bakal dipelajari di kelas Master dalam Sihir dan Ilmu Gaib. Kelas ini akan dibuka di Institut Studi Arab dan Islam milik Universitas Exeter, dan menjadi satu-satunya program pascasarjana sihir di seluruh Inggris.
Menurut Emily Selove selaku pemimpin prodi, ilmu sihir dan gaib belakangan tinggi peminat baik di dalam maupun di luar kalangan akademisi.
"Lonjakan minat baru-baru ini pada sihir dan ilmu gaib di dalam dan luar akademisi menjadi pertanyaan paling mendesak di antara masyarakat. Dekolonisasi, eksplorasi epistemologi, feminisme, dan anti-rasisme adalah inti dari program ini," kata Selove seperti dikutip Evening Standard.
Selove menambahkan kelas sihir dan ilmu gaib nantinya bakal mendorong mahasiswa untuk "mendekolonisasi" pemikiran bahwa Barat merupakan ilmu rasional dan ilmiah, sementara seluruh dunia percaya akan takhayul dan mistis.
"Sihir dan ilmu gaib telah dan tetap menjadi bagian besar dari budaya Barat. Bodoh jika menyangkal hal ini ataupun menolak untuk menganggapnya serius," ucapnya.
"Studi yang mendalam tentang ilmu ini memungkinkan kita untuk memeriksa kembali hubungan manusia dengan dunia alami dan budaya manusia yang berbeda satu sama lain," lanjut dia.
Selove mengatakan dengan menempatkan gelar ini di Institut Studi Arab dan Islam, pihak kampus mengakui adanya utang mendalam dari budaya dan sains Barat kepada dunia Arab-Islam, yakni "sebuah sejarah yang telah terhapus dalam menciptakan gambaran palsu tentang Barat sebagai suatu rasional yang unik."
Untuk mempelajari prodi ini, mahasiswa harus memiliki minimal gelar Honours 2:1 atau setara internasional lainnya dalam disiplin ilmu sosial atau humaniora. Kampus juga kemungkinan menerima mahasiswa yang memiliki gelar Honours 2:2 atau setara, serta mereka yang memiliki pengalaman kerja yang relevan.
Program ini sendiri akan berlangsung selama satu tahun dan akan dimulai pada September 2024 mendatang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4232 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1446 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 765 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun