Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
University of Western Australia Pelajari Taksu Lukisan Kamasan
Senin, 5 Desember 2016,
09:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Seni Lukis Klasik Kamasan, Klungkung, Bali, sudah terkenal hingga ke berbagai negara di dunia. University of Western Australia (UWA) kini bahkan tertarik untuk meneliti Taksu (pancaran sakti atau energi tak terlihat) dari lukisan Kamasan.
Salah seorang dosen Fakultas Arsitektur, Landscape, dan Visual Art University of Western Australia (UWA), Profesor Paul Trinidad, kepada beritabali.com menyatakan, belum lama ini, pada bulan September 2016, sejumlah lukisan Kamasan karya seniman Nyoman Mandra, dipamerkan di Cullity Gallery, yang ada di lingkungan kampus University of Western Australia (UWA), Perth, Australia.
Menurut Paul, dalam pameran tersebut, pengunjung pameran merasakan taksu atau energi yang dipancarkan lukisan Kamasan.
"Saya percaya taksu dan energinya dirasakan oleh para mahasiswa saya di Australia, juga dirasakan pengunjung pameran lainnya. Seperti ada campur tangan Tuhan dalam proses pembuatan lukisan Kamasan tersebut. Ada energi spiritual yang tak bisa dijelaskan dalam lukisan tersebut, ada semacam hubungan Manusia dengan Tuhan yang tidak bisa dijelaskan,"jelas Paul.
Paul menambahkan, lukisan Kamasan Nyoman Mandra yang dipamerkan di University of Western Australia, juga dirasakan energinya di lingkungan fakultasnya.
"Lukisan Kamasan yang dipamerkan seperti membersihkan aura dan pikiran-pikiran negatif di kampus. Banyak yang stres dan menghadapi berbagai persoalan di kampus, ketika melihat kehadiran Lukisan Kamasan, semua hal negatif itu seperti dibersihkan. Energi dari 'taksu' Lukisan Kamasan mampu membersihkan pikiran negatif, dan itu seperti sebuah keajaiban yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehat atau logika. Menurut saya, Lukisan Kamasan adalah kebudayaan Bali yang sebenarnya,"ujar Paul.
Pelukis Kamasan Perhatikan Sekala-Niskala
Lalu apa kata pelukis Kamasan, Nyoman Mandra, terkait penjelasan akademisi kampus UWA Australia tersebut?
Saat ditemui di rumahnya di Desa Kamasan, belum lama ini, Nyoman Mandra tampak tengah mengawasi proses pembuatan lukisan Kamasan yang dikerjakan oleh anggota keluarganya.
Terkait Taksu atau energi lukisan Kamasan, Nyoman mengatakan, Taksu tersebut bisa muncul karena kebiasaan orang Bali yang saat bekerja selalu memperhatikan aspek sekala maupun niskala (yang terlihat dan tidak terlihat).
"Orang Bali kalau bekerja, selalu memperhatikan faktor sekala dan niskala. Seperti saya, pagi hari saat bangun jam setengah lima sudah langsung sembahyang, setelah itu baru lanjut dengan sarapan makanan ringan dan aktivitas lainnya. Pagi hari berdoa minta ijin kepada Tuhan agar aktivitas pagi hingga sore hari dilancarkan, mohon direstui agar kerja lancar,"ujarnya.
Selain itu, jika mengerjakan sebuah pekerjaan yang dianggap besar seperti membuat lukisan yang dianggap spesial atau akan mengikuti sebuah pameran seperti di Australia, Nyoman Mandra mengaku selalu menghaturkan Daksina atau sesajen sebagai perwujudan rasa syukur, persembahan kepada yang Maha Kuasa.
"Sewaktu melukis, atau sewaktu lukisan dipamerkan, memang itu suatu kewajiban, harus menghaturkan daksina, biasa itu. Kita mohon ijin kepada yang Tuhan Maha Kuasa, kepada Dewi Saraswati (Dewi Pengetahuan), Guru Reka, Dewa Siwa, kepada Guru segala Guru. Mungkin itu yang menyebabkan munculnya energi Taksu seperti yang dirasakan saat pameran lukisan saya di Australia,"jelas Nyoman Mandra, yang kini menjadi pelukis tertua di Desa Kamasan. [bbn/psk]
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5836 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026