Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Usia Belum Pensiun, Enerjik dan Mengerti Ekonomi
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Anggota DPD RI asal pemilihan Bali, Nyoman Rudana berharap pemimpin Bali ke depan idealnya memenuhi sejumlah persyaratan. Misalnya, usia belum pensiun, enerjik, mengerti tentang ekonomi dan sekaligus punya akses pergaulan internasional.
Usia sebaiknya masih muda jangan sudah pensiun. Enerjik, mengerti masalah ekonomi, dan punya akses pergaulan internasional, tandas Rudana dengan nada antusias.
Mengutip pernyataan Lee Kuan Yu, bahwa pembangunan ekonomilah yang didahulukan, dan gilirannya demokrasi otomatis akan mengikutinya. Untuk itu, Gubernur Bali ke depan sangat penting memahami ekonomi, dan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
Rudana pun menyebutkan nama-nama gubernur dalam dua dekade terakhir yang sudah pernah dan tengah dipimpin dari budayawan, pendidik, dan spriritual. Untuk itu, ke depan, Bali saatnya dipimpin orang yang mengerti ekonomi.
Kita tahu, Pak Mantra (Ida Bagus Mantra) dari budayawan, Pak Oka (Prof Ida Bagus Oka) dari dunia kampus, dan Pak Beratha (Dewa Beratha) yang dikenal dengan spiritualitasnya. Nah, ke depan perlu dipimpin yang mngerti ekonomi dan punya akses pergaulan global, papar Rudana yang tak mau menyebut nama.
Banyaknya kandidat gubernur Bali yang sudah muncul, menurut Rudana adalah sebagai sesuatu yang positif. Hanya saja, dia wanti-wanti kepada partai politik agar pintar-pintar memilih calon yang terbaik, memiliki kemampuan, bisa menumbuhkan ekonomi dan sekaligus menyejahterakan masyarakat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 651 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 610 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 458 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 445 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik