Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Viral Seekor Orangutan Berada di Perkebunan Kelapa Sawit
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seekor Orangutan terlihat berada di Perkebunan Kelapa Sawit PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau pada Sabtu (31/07/2021) sore kemarin.
Dalam video yang viral di media sosial (Medsos) tersebut, nampak beberapa anak kecil dan orang dewasa memvideo dan berusaha menggiring orangutan untuk keluar dari kebun sawit.
Menggunakan bahasa daerah setempat, mereka mengajak si orangutan untuk maka.
"Ayok kita kebawah, ayok ayok turun, kita makan," ucap wanita, sang pembuat video, yang beredar di akun instagram @info_kukar, Minggu (01/08/2021).
Hingga berita ini ditulis, tayangan video instagram tersebut sudah berhasil ditonton oleh belasan ribu warganet. Komentar juga diberikan oleh mereka para netizen.
"Besar na," kata @nany_atminingsih.
Ada pula komentar warganet yang menyayangkan kondisi lingkungan disana.
"Sudah ngga ada pohon yg menghasilkan buah atau dedaunan yg bisa dimakan orang utan," sindir @ernita1613.
"Bukan orangutan nya yg berada di perkebunan kelapa sawit. Tapi perkebunannya yg ada di lahan orangutan :)))))))))," tulis @rdpphone_store.
"ksian tmp tinggalx sdh jd perkebunan sawit," timpal @miakeyza.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1624 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun