Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Viral Video Penusukan Reporter India Karena Berita Covid-19, Ini Fakta Sebenarnya

Sabtu, 1 Mei 2021, 23:00 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Viral di media sosial, sebuah video penusukan seorang wanita India. Rumor menyebutkan wanita dalam video tersebut merupakan Pragya Mishra, seorang pembawa acara TV.

Dikutip dari Kumparan, dalam video tersebut, terlihat seorang wanita sedang berbincang dengan seorang pria di pinggir jalan. Namun kemudian sang pria langsung menusuk wanita tersebut hingga berkali-kali, sampai setidaknya 25 kali. Dari beberapa orang yang menyaksikan langsung kejadian itu, tidak ada yang menolong korban.

Rekaman video yang berasal dari CCTV itu menujukkan peristiwa terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.45 waktu setempat pada Sabtu 10 April 2021.

Dikutip dari International Business Times, rumor di media massa menyebut reporter itu dibunuh akibat beritanya tentang ledakan kasus COVID-19 di India karena tradisi keagamaan Kumbh Mela. Disebutkan dalam liputannya, pembawa acara TV itu bahkan menyebut Kumbh Mela sebagai 'bom atom corona'. Liputannya yang meledak-ledak menarik beberapa reaksi keras dan pesan tentang pembunuhannya beredar luas di grup WhatsApp.

Wanita di dalam rekaman yang ditikam itu mengenakan pakaian yang sama seperti Pragya saat meliput Kumbh Mela. Hal ini membuat banyak orang semakin percaya bahwa pembawa acara TV dibunuh secara brutal di siang hari bolong.

Setelah ditinjau kembali oleh tim International Business Times, dugaan wanita yang dibunuh merupakan Pragya Mishra, ternyata salah. Sebab, akun Twitter Pragya Mishra hingga 18 April masih mengunggah konten. Sementara insiden dalam video terjadi pada 10 April di Rohini, Delhi.

Setelah ditelusuri, ternyata wanita dalam video itu merupakan Neelu yang berusia 26 tahun. Dia bekerja di Rumah Sakit Safdarjung. Sementara pria yang menikamnya berkali-kali hingga mati adalah suaminya, Harish Mehta.

Menurut Kepolisian New Delhi, pasangan itu berasal dari Rajkot di Gujarat dan tinggal di Delhi setelah pernikahan mereka 8 bulan lalu. Menurut keterangan polisi, Harish mencurigai istrinya melakukan perselingkuhan dan berujung pada pembunuhan mengerikan itu. Harish telah didakwa berdasarkan Bagian 302 karena pembunuhan berdasarkan Kode Pidana India (IPC).

Sebelumnya, video yang sama beredar dan disebut oleh para akun berpengaruh di Twitter bahwa wanita tersebut ditikam karena menolak lamaran seorang pria Muslim.

The Indian Express juga sempat memberitakan peristiwa yang terjadi pada 10 April 2021 ini. Neelu sempat dibawa ke Rumah Sakit Sanjay Gandhi usai penikaman itu. Namun, saat korban tiba rumah sakit, dokter menyatakannya sudah meninggal dunia. Polisi pertama mendengar adanya peristiwa ini dari laporan warga sekitar lokasi kejadian. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan pelaku masih memegang pisau. Ia sempat akan kabur tapi sudah keburu ditangkap polisi.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengaku belum lama menikahi korban. Ia pun mengaku tidak setuju dengan pekerjaan istrinya di Rumah Sakit Safdarjung.

Polisi menyebut pelaku mencurigai korban berselingkuh. Pelaku pun marah karena sang istri tak kunjung berhenti dari pekerjaannya itu.

"Korban sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya saat Mehta mendekatinya lalu menusuknya berkali-kali di jalan,” kata polisi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami