Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Wabah Muntaber Merembet ke Yeh Sumbul
Yehsumbul
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Wabah muntaber yang melanda Desa Yehembang dan Yehembang Kangin, Mendoyo, hingga kini masih belum bisa dihentikan. Belakangan wabah ini malahan merembet ke desa tetangganya yakni Desa Yehsumbul.
Dari informasi yang diperoleh, 2 penduduk Desa Yehsumbul sudah terserang muntaber yang sekarang sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Pemkab Jembrana.
Salah satu penderita Ni Putu Metri (35) warga Dusun Pangkung Jelati sampai hari ini, Selasa (9/9) masih dirawat intensif di RSU Negara.
Sedangkan jumlah total pasien muntaber yang masuk di RSU Negara dari 3 desa sebanyak 32 orang dengan jumlah pasien yang harus dirawat sebanyak 8 orang. Sedangkan 3 orang lainnya dirawat di rumah sakit swasta di Jembrana.
Camat Mendoyo, I Made Budiasa mengatakan warga yang terkena wabah muntaber di Desa Yehembang dan Yehembang Kangin, Mendoyo sudah berangsur-angsur menurun.
"Jika dulu ada puluhan warga yang terkena sekaligus, kini hanya 1-2 orang saja,"ujarnya.
Terkait 2 warga Yehsumbul yang terkena muntaber, Budiasa mengatakan belum tentu wabah muntaber tersebut yang merembet ke Yehsumbul.
"Belum tentu wabah muntaber tersebut melebar ke Yehsumbul, mungkin karena ada hubungan kekerabatan antara warga di Yehembang Kangin yang sebelumnya kena muntaber dengan warga Yehsumbul yang terjangkit itu,"kilahnya.
Sementara Kadis Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, I Putu Suasta, mengatakan, adanya warga desa lain yang terkena muntaber karena sifat penyakit muntaber ini sporadis.
"Karena sifatnya sporadis, diare ini bisa saja muncul di mana saja. Kalau hanya 1-2 orang tidak bisa dikatakan wabah," jelasnya.
Lanjut Suasta, upaya yang dilakukan untuk memerangi wabah
muntaber dengan mensosialisasikan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) sudah cukup menbuahkan hasil karena penderita sudah menurun drastis.
"Jika masyarakat mau melaksanakan PHBS saya yakin wabah ini akan berhenti dengan cepat,"ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan